Showing posts with label Buku Misterius Urantia. Show all posts
Showing posts with label Buku Misterius Urantia. Show all posts


Para ahli paleontologi telah mengidentifikasi mamalia tertua di dunia yang pernah diidentifikasi atau diketahui selama ini. Mamalia paling awal yang diketahui ini hidup bersama dengan dinosaurus tertua sekitar 225 juta tahun yang lalu.

Untuk temuan ini, para ahli menggunakan catatan gigi fosil dalam penemuan baru ini yang dipuji sebagai "sangat signifikan" oleh para peneliti. Identifikasi baru ini menunjukan bahwa mamalia baru ini mendahului mamalia paling awal yang dikonfirmasi sebelumnya sekitar 20 juta tahun.

Temuan ini dilaporkan dalam Journal of Anatomy yang merupakan jurnal akses terbuka. Makalah tersebut bisa didapatkan secara daring dengan judul "Diphyodont tooth replacement of Brasilodon—A Late Triassic eucynodont that challenges the time of origin of mammals."

Mamalia ini dinamakan Brasilodon quadrangularis berdasarkan tempat spesimen ditemukan yaitu di Brasil. Brasilodon quadrangularis adalah makhluk kecil mirip tikus, panjangnya sekitar 20 sentimeter (8 inci).

Brasilodon quadrangularis berjalan di bumi 225 juta tahun yang lalu pada saat yang sama dengan beberapa dinosaurus tertua. Temuan ini menjelaskan evolusi mamalia modern, menurut sebuah tim ilmuwan Brasil dan Inggris.

Para ahli yang terlibat dalam penemuan ini dari Natural History Museum di London, King's College London dan Federal University of Rio Grande do Sul di Porto Alegre.

Para ilmuwan mengandalkan petunjuk yang diberikan oleh fosil jaringan keras seperti tulang dan gigi. Ini karena kelenjar mamalia, yang menghasilkan susu, belum terawetkan dalam fosil yang ditemukan hingga saat ini.

Hingga saat ini, Morganucodon telah dianggap sebagai mamalia pertama, dengan gigi terisolasi yang menunjukkan bahwa ia berasal dari sekitar 205 juta tahun. Morganucodon memiliki tubuh kecil seperti gerbil dan wajah panjang mirip dengan tikus atau musang.

Brasilodon quadrangularis hidup 25 juta tahun setelah peristiwa kepunahan massal Permian-Trias yang merupakan kepunahan massal ketiga dan terbesar. Ketika peristiwa itu,lebih dari 90 persen spesies di lautan menghilang dan 70 persen hewan darat mati.

Sementara itu, Martha Richter, rekan ilmiah di Natural History Museum dan penulis senior di makalah tersebut, mengatakan kepada bahwa quadrangularis Brasilodon sebelumnya diyakini sebagai "reptil tingkat lanjut", tetapi pemeriksaan giginya menunjukkan "secara pasti" bahwa itu adalah mamalia.

"Jika Anda berpikir tentang reptil, mereka memiliki banyak, banyak gigi pengganti yang berbeda sepanjang hidup mereka, tetapi kita mamalia hanya memiliki dua," kata Richter.

"Pertama, gigi susu dan kemudian gigi kedua yang menggantikan set aslinya. Inilah yang mendefinisikan mamalia," kata Richter dalam rilis media.

"Brasilodon adalah vertebrata tertua yang punah dengan dua set gigi berturut-turut, gigi susu dan satu set permanen, juga dikenal sebagai diphyodonty."

Set pertama mulai berkembang selama tahap embrionik dan set kedua berkembang setelah lahir. Richter dan rekan-rekannya memeriksa tiga rahang bawah dari spesies tersebut.

Spesies ini hidup di wilayah yang sekarang ditutupi oleh bagian paling selatan Brasil. Di bawah mikroskop mereka menemukan "jenis gigi pengganti yang hanya ada pada mamalia," katanya.

Richter menambahkan: "Ini adalah mamalia yang sangat, sangat kecil yang mungkin merupakan hewan penggali yang hidup di bawah bayang-bayang dinosaurus tertua yang kita ketahui dari periode itu."

Dia mengatakan tim telah mengerjakan proyek tersebut selama lebih dari lima tahun dan menggambarkan penemuan mereka sebagai "sangat signifikan."

Dalam rilis berita, Richter mengatakan temuan itu berkontribusi "pada pemahaman kita tentang lanskap ekologis periode ini dan evolusi mamalia modern."

Moya Meredith Smith, penulis kontributor dan profesor biologi dentoskeletal evolusioner di King's College London, mengatakan dalam rilisnya:

"Makalah kami meningkatkan tingkat perdebatan tentang apa yang mendefinisikan mamalia dan menunjukkan bahwa itu adalah waktu yang jauh lebih awal dari asal dalam catatan fosil. dari yang diketahui sebelumnya."




 


Petak hutan terancam punah yang ditemukan di sepanjang Amerika Selatan, ‘berhutang nyawa’ kepada orang-orang asli setempat yang hidup harmonis bersama mereka selama beberapa abad.

Para arkeolog menduga, Araucaria atau pohon teka-teki monyet telah tumbuh berabad-abad lalu karena cuaca yang lebih hangat dan basah menyebar di seluruh wilayah tersebut.

Namun, bagaimana pun juga, hasil penelitian menyatakan, kelompok masyarakat Jê Selatan lah yang memainkan peran penting dalam menumbuhkan hutan Araucaria. Mereka merawat pohon untuk sumber makanan dan kebutuhan lainnya.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa hutan ini merupakan buatan manusia,” kata dr. Mark Robinson, arkeolog dari University Of Exeter.

“Kelompok masyarakat tersebut menetap di padang rumput. Kemudian, mereka memodifikasi tanah, melindungi bibit, bahkan menanam pohon hingga akhirnya menjadi hutan. Padahal, secara geografis, hutan Araucaria seharusnya tidak berkembang di sana,” paparnya.

Bersama dengan tim peneliti internasional, dr. Robinson menemukan fakta bahwa pohon-pohon Araucaria telah mengalami dua ekspansi besar di wilayah tersebut.

Yang pertama, terjadi sekitar 4.480 hingga 3.200 tahun lalu – disebabkan oleh meningkatnya kelembapan. Namun, ini tidak menjadi alasan pertumbuhan terbesar kedua yang memuncak pada 900 tahun lalu.

Pada fasekedua  tersebut, hutan meluas ke area dataran tinggi yang kondisinya relatif kering. Namun, mereka tetap bisa tumbuh. Ini bertepatan dengan periode meningkatnya penduduk Je Selatan serta perkembangan masyarakat yang kompleks.  

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada jurnal Scientific Reports.

Hingga saat ini, jutaan Araucaria atau pohon teka-teki monyet yang meliputi beberapa wilayah Cile, Brasil, dan Argentina, masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Penduduk lokal menyebut diri mereka sebagai “orang-orang Araucaria”, karena mengadalkan pohon tersebut untuk kebutuhan kayu, bahan bakar, makanan dan getahnya.

Tidak hanya menjadi ‘pohon nasional’ di Cile, festival dan perayaan pun dilakukan untuk menghormati hutan Araucaria – ia menjadi pusat dari kosmologi lokal.

Meskipun begitu, keadaan Araucaria tidak baik-baik saja. Pohon yang menjadapat julukan ‘fosil hidup’ ini berada di dalam ancaman: lahan hutan yang luas akan diubah menjadi pertanian.
Lima dari 19 spesies pohon teka-teki monyet terancam punah. Dua diantaranya berada dalam kondisi kritis.

Para ilmuwan di balik studi ini mengatakan, hasil penelitian mereka seharusnya menjadi pengingat pentingnya peran Araucaria bagi lingkungan maupun budaya setempat. Oleh sebab itu, kita harus melindunginya.

“Studi ini menunjukkan bahwa hutan Araucaria mampu meluas di luar batas alami mereka. Artinya, hutan  dijaga dan digunakan secara berkelanjutan selama ratusan tahun. Strategi konservasi saat ini harus mencerminkan hal tersebut sehingga perkembangan ekonomi dan warisan masa lalu bisa seimbang,” kata Profesor José Iriarte dari University of Exeter yang menjadi bagian dari tim peneliti.

Buku Misterius Urantia

Posted by BaronNight On 3:12 AM 0 comments

 Buku Urantia bagi penganutnya dipercaya bukan dibuat oleh manusia. Penulisnya adalah sebuah tim gabungan terdiri dari beberapa puluh pribadi roh dan malaikat. Tim ini dipimpin seorang Konselor Ilahi dari ibukota alam semesta super manusia.

Tebal buku ini 2097 halaman dalam bahasa Inggris. Terdiri dari 196 paper atau makalah. Ada pribadi roh yang menulis satu, dua, atau lebih paper.
Sepertiga buku ini, sekitar 770 halaman ditulis oleh satu tim makhluk-tengah (midwayers).
Di bahasa Indonesia sulit dicari padanan katanya.
Ketika menyebut midwayers sebagai jin, banyak yang protes, jadi digunakanistilah makhluk-tengah (antara manusia dan malaikat). Tulisan para makhluk tengah ini adalah catatan riwayat hidup Yesus ketika hidup di dunia, yang konon dianggap jauh lebih lengkap dan urut daripada kitab Injil.
Sumber data utamanya adalah ingatan manusia yang menyaksikan, kemudian makhluk-tengah yang juga menyaksikan, dan terakhir sebagian kecil adalah dari alam roh. Mereka percaya bahwa pemerintahan alam semesta merekam setiap peristiwa, bahkan setiap pikiran manusia bernilai kekekalan.
Urantia Book diwahyukan pada tahun 1934-1939 di Chicago, 533 Diversey Parkway, USA. Penerimanyaadalah sebuah forum, sekelompok orang sekitar 30 orang terpelajar, dan disampaikan dengan bantuan seorang makhluk-tengah. Paper demi paper disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan Forum itu.
Teks aslinya masih disimpan, dan setelah diedit dan diketik, diterbitkan tahun 1955. Penulisan ini tidak lepas dari keberadaan seorang dokter ahli bedah dan psikiatri yang bernama Dr. William S. Sadler (1875-1969) serta istrinya Dr. Lena Sadler.
Mereka percaya bahwa Buku Urantia bukan ditulis oleh manusia, walaupun kemudian diketik dan diterbitkan manusia.
Teks aslinya adalah tulisan tangan, masih utuh tersimpan di kantor pusat Urantia Foundation di Diversey Parkway 533, Chicago.
Istilah atau nama Urantia adalah cara mereka menyebut nama planet bumi kita ini.
Menurut apa yang tertulis di dalam buku Urantia tersebut, ada banyak galaksi dan planet yang didiami. Jumlah total planet didiami tidak kurang dari 7 Trilyun planet.
Bahkan ada satu ras makhluk yang tidak bernafas (non breathers) yang tinggal dekat sekali dengan Bumi (inhabits a sphere in close proximity to Urantia).
Diduga mereka berada di Bulan atau planet lain yang berdekatan dengan Bumi – Mars atau Venus.
Selain itu, informasi teknologi yang disampaikan oleh makhluk roh lewat buku Urantia itu menyebutkan bahwa ada partikel yang lebih kecil dari elektron, yaitu ultimaton. Alam semesta berasal dari ledakan besar pertama yang dilakukan oleh Master Force Organizers yang diutus Tuhan.
Mengenai asal usul Tata Surya, planet-planet terbentuk karena lewatnya sistem dark-matter Angona dekat Matahari, yang menyebabkan tersedotnya sebagian massa Matahari membentuk planet-planet yang jumlahnya 12.
Planet nomor 5 antara Mars dan Jupiter hancur akibat mengorbit terlalu dekat ke Jupiter. Sementara bulan sebenarnya adalah sebuah planet yang ‘ditangkap’ oleh Bumi.
Pada mulanya, Bumi setelah terbentuk dan memadat, diselimuti air, setelah itu barulah muncul daratan tunggal, yang kemudian terpecah menjadi beberapa benua.
Manusia berevolusi dari tumbuhan primitif, hewan, dinosaurus, mammalia, monyet, manusia purba. Tumbuhan pertama itu adalah rekayasa genetik buatan para Life Carrier yang diutus dari pemerintah Local System.
Manusia hasil evolusi terdiri dari ras merah (indian), kuning (cina), biru (eropa), indigo (negro), hijau, dan orange.
Belakangan ditambah oleh ras ungu (Adam) yang bukan asli Bumi. Ras ungu paling banyak bercampur di Timur Tengah dan dengan ras biru (Eropa-Amerika) serta Cina Utara.
Keturunan mereka paling unggul dari genetik : ketahanan fisik, keberanian, kepandaian dan spiritual.
Lebih jauh lagi, diungkapkan bahwa manusia bisa menempuh perjalanan luar angkasa, dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, menggunakan kendaraan malaikat serafim (enseraphimed).
Dalam pelaksanaannya, manusia ‘dibungkus’ dan dibawa dalam kondisi tidur.
Paper 23, halaman 260 menyebutkan bahwa batas maksimum metode serafim ini adalah 558.840 mil per detik dan kecepatan rata-ratanya adalah 550.000 mil per detik.
Selain ituSolitary Messenger dan Gravity Messenger bisa melesat jauh lebih cepat lagi.