Showing posts with label mis. Show all posts
Showing posts with label mis. Show all posts


Sebuah penggalian di dekat Tembok Ratapan, sebelah barat Jerusalem, Israel, mengungkap keberadaan bebatuan, sisa-sisa teater masa Romawi.

Terlihat tak kurang dari sisa kursi batu yang berjumlah 200-an buah.

Otoritas Purbakala Israel mengungkap keberadaan situs bebatuan yang telah 1.700 tahun tersembunyi.

"Dari prespektif penelitian, penemuan ini sensasional," kata para peneliti, Joe Uziel, Tehillah Lieberman, dan Avi Solomon, seperti yang dikutip laman UPI, Selasa (17/10/2017).

Disebutkan, jalur menuju arena teater itu terbuat dari bongkahan batu-batu besar. Keberadaan ruang teater itu pun terungkap setelah penggalian sedalam delapan meter.

Catatan sejarah menunjukkan, teater tersebut dibangun pada masa pendudukan Romawi di Jerusalem antara tahun 63 SM hingga tahun 313.

Lokasinya berada di dekat Wilson\'s Arch, sebuah gerbang lengkung yang terbuat dari batu besar, menuju ke Temple Mount.

Penemuan ini pun sekaligus menjadi konfirmasi atas penelitian yang telah berlangsung selama ini. 

Keberadaan teater itu juga mengejutkan para peneliti, sebab awalnya, mereka menggali dengan harapan dapat mendalami sejarah Wilson\'s Arch.

"Kami tidak membayangkan hal ini dapat membuka jendela ke dalam misteri hilangnya teater di Jerusalem," lanjut dia.

Arkeolog menduga, teater itu mungkin dibangun untuk penyelenggaraan konser, ceramah, atau tempat rapat legislatif.


Kemungkinan lainnya, teater itu juga tidak pernah dipakai. Anak tangga yang ditemukan juga tidak terpahat sempurna.

Bangunan yang tidak selesai dari era yang sama juga pernah ditemukan sebelumnya. " Teater ini relatif kecil ukurannya apabila dibandingkan dengan teater Romawi lainnya," ujar Uziel.

Tugas penggalian penemuan lokasi bersejarah ini merupakan bagian dari proyek yang dilakukan oleh relawan remaja yang diadakan Otoritas Purbakala Israel.

 


Theodore de Bry merupakan seorang pengukir sohor berkebangsaan Belgia. Ia lahir pada tahun 1528 di Keuskupan Liège, di selatan Belanda (sekarang Belgia).

Ia terkenal dengan ukirannya dimana ayahnya telah menjadi seorang pandai emas dan de Bry banyak belajar darinya. Ukirannya diterbitkan ke dalam beberapa volume, dimana beberapa di antaranya mengisahkan tentang kanibalisme di Brasil.

Meskipun de Bry paling terkenal dengan ukiran pelayaran Eropa ke Amerika (dan Afrika, dan Asia), dia tidak pernah benar-benar melakukan perjalanan melintasi Atlantik.

Maka tidak mengherankan jika penggambaran dalam ukiran de Bry tentang masyarakat adat di Amerika, merupakan kombinasi dari karya seniman lain yang telah menemani ekspedisi orang Eropa awal ke Amerika.

Diketahui, de Bry menerbitkan The Petits Voyages yang terdiri dari tiga belas jilid. Seri itu diterbitkan berangsur-angsur antara tahun 1597 dan 1633.

Salah satu seri dalam volume ketiganya, "ia menceritakan pengalaman kanibalisme yang dialami Hans Staden di Brasil," tulis Lauren Kilroy-Ewbank kepada Smart History dalam artikel Inventing "America," The Engravings of Theodore de Bry, terbit pada 18 Mei 2019.

Hans Staden merupakan seorang tentara Jerman yang melakukan perjalanan ke Amerika Selatan. Ia telah ditangkap pada tahun 1553 oleh Tupinambá, sebuah kelompok Pribumi di Brasil.

Tidak dikisahkan lebih jelas tentang kondisi Hans Staden selama ditangkap oleh komunitas lokal Tupinambá. Yang jelas, Staden dikatakan berhasil keluar dari penahanan suku tersebut dan kembali ke Eropa setelahnya.

"Setelah kembali ke Eropa pada tahun 1557, Staden menulis tentang (ritus) adat Tupinambá, kehidupan keluarga, dan kanibalisme mereka," imbuhnya.

Tulisan Hans Staden juga menjelaskan bagaimana sekelompok adat Tupinambá mempraktikkan kanibalisme itu secara seremonial, terutama saat prosesi memakan musuh mereka!

Sejatinya, buku awal Staden termasuk potongan kisah yang sederhana, tetapi ukiran de Bry telah memengaruhi dunia. Ukirannya yang diperbarui, terbukti jauh lebih populer dan bertahan lama dalam imajinasi budaya Eropa. 

Persepsi dunia tentang penduduk asli Brasil dibentuk melalui gambar-gambar yang diukir de Bry, dan memperkuat gagasan bahwa Tupinambá, dan orang lain seperti mereka, bejat, primitif, dan berdosa.

Salah satu gambarnya menggambarkan orang dewasa dan anak-anak bertelanjang dada sembari meminum kaldu yang terbuat dari kepala dan usus manusia. Kekejian itu terlihat juga di piring di tengah kerumunan sekelompok adat itu.


Penggambaran lain dari kelompok pribumi Tupinambá, menunjukkan api di bawah panggangan, di mana bagian tubuh manusia sedang dipanggang. Orang-orang Tupinamba dengan kebrutalannya mengelilingi daging manusia yang sedang dipanggang.

Kanibalisme akan selalu dikaitkan erat dengan orang-orang di Amerika Kuno, utamanya Amerika Latin dan Brasil. De Bry bahkan akan menggunakan gambar dengan tema kanibalisme untuk menjadi bagian depan yang terukir di volume 3.

Dalam cover tersebut, Theodore de Bry menampilkan komunitas pribumi Tupinambá tengah memakan daging manusia, membuat mereka terlihat eksotis, dan menegaskan kontrol Eropa di baliknya.


Sekelompok arkeolog Rusia menemukan sebuah kota kuno berusia sekitar 4.000 tahun di Provinsi Dhi Qar di Irak selatan. Kota itu ditemukan di wilayah Tell al-Duhaila, yang merupakan rumah bagi lebih dari 1.200 situs arkeologi, termasuk situs Ziggurat Agung Ur dari era Sumeria.

Ziggurat Ur sendiri adalah ziggurat Neo-Sumeria yang terletak di Kota Ur, di dekat Nasiriyah, Provinsi Dhi Qar, Irak. Struktur bangunan mirip piramida ini dibangun pada Zaman Perunggu Awal, tapi sudah menjadi reruntuhan pada abad ke-6 Sebelum Masehi pada masa Neo-Babilonia sebelum direstorasi oleh Raja Nabonidus yang memerintah pada tahun 555–539 Sebelum Masehi.

Penemuan kota kuno di wilayah Tell al-Duhaila itu terjadi baru-baru ini pada tahun 2021. “Pekerjaan dimulai pada April 2021, yang merupakan putaran penuh pertama penelitian arkeologi lapangan di Mesopotamia selatan," ujar Alexei Jankowski-Diakonoff, kepala misi penggalian arkeologi tersebut.

“Kota yang ditemukan adalah permukiman perkotaan di Tell al-Duhaila, terletak di tepi aliran air. Menurut spekulasi awal, kota itu bisa menjadi ibu kota negara yang didirikan setelah runtuhnya politik di akhir era Babilonia kuno [sekitar pertengahan abad kedua Sebelum Masehi], yang menyebabkan kehancuran sistematis kehidupan perkotaan peradaban Sumeria,” tutur Alexei Jankowski-Diakonoff kepada Al-Monitor.

Jankowski-Diakonoff mengatakan betapa pentingnya penelitian di daerah tersebut. “Meneliti kota-kota Mesopotamia selatan pada akhir era Babilonia kuno –dan situs Tell al-Duhaila khususnya– membuka rahasia halaman yang tidak diketahui dalam sejarah peradaban tertua di planet ini. Daerah Tell al-Duhaila dan kota kuno Mashkan Shabir selamat dari perampokan massal yang dimulai pada tahun 1991.”

Jankowski-Diakonoff menambahkan, “Situs ini juga mengungkapkan perkembangan pertama di bidang pertanian menggunakan lumpur di Mesopotamia. Situs ini berisi sisa-sisa material dari periode yang mendahului munculnya peradaban Sumeria."

Dia berharap timnya ini bisa menemukan dokumen-dokumen kuno Mesopotamia yang masih cukup utuh untuk dibaca, "yang akan sangat penting tidak hanya bagi para ilmuwan Rusia tetapi juga para arkeolog Mesopotamia.”

Misi tersebut juga menemukan sebuah pelabuhan kuno tempat kapal-kapal biasa berlabuh dan sisa-sisa tembok kuil dengan lebar sekitar 4 meter atau 13 kaki. “Kami juga menemukan mata panah teroksidasi, sisa tungku tandoor dan patung unta tanah liat yang berasal dari Zaman Besi awal,” papar Jankowski-Diakonoff.


Berbicara tentang sejarah penemuan, arkeolog Rusia itu mengatakan, “Menurut studi bangunan arsitektur tertua di kota itu dan berdasarkan fitur desain dan blok-blok konstruksi besarnya, bangunan itu kemungkinan besar dibangun selama era Babilonia kuno. Ini terutama mencerminkan budaya perbudakan, periode Neolitik, dan zaman Tembaga Awal.”

Jankowski-Diakonoff mengatakan, “Pada tahun 2019, misi bersama Rusia-Irak memperoleh izin resmi dari Direktorat Purbakala di Kementerian Kebudayaan Irak untuk melakukan penelitian arkeologi di dua situs di Irak selatan." Dua situs itu adalah di wilayah Maysan dan Dhi Qar, "yang meliputi daerah delta modern di Mesopotamia, tempat lahirnya sejarah paling kuno di bumi.”


Amer Abdel Razak, direktur kepurbakalan di Dhi Qar, mengatakan bahwa kota kuno yang ditemukan itu terletak 70 kilometer atau 43 mil barat daya kota Nasiriyah di selatan di cekungan Sulaibiya, yang merupakan rumah bagi banyak situs arkeologi yang belum digali. "Itu dekat dengan kota Eridu, kota tertua dan terbesar di mana raja-raja dikatakan telah turun dari surga, menurut legenda Sumeria," ujarnya.

Razak juga mengatakan bahwa situs tersebut telah ditemukan dan terdaftar di Departemen Purbakala Dhi Qar sebagai "situs arkeologi yang sangat signifikan" menjelang kedatangan tim Rusia di Irak. Namun, tanpa dana dan dukungan dari pemerintah Irak, seringkali para arkeolog asing yang akhirnya berhasil melakukan penggalian tersebut.

Kepala Komite Kebudayaan, Pariwisata, dan Purbakala di parlemen Irak, Sumaya al-Ghallab, mengatakan bahwa negaranya perlu mengalokasikan "dana dan upaya perlindungan yang diperlukan untuk tim penggalian" dan menciptakan "strategi untuk proses penggalian dan penelitian yang meliputi seluruh peta arkeologi di Irak."

 


Pada 12 Agustus 2000, kapal selam Kursk K-141 milik Rusia yang bermuatan 118 orang tenggelam di Laut Barentz. Fenomena ini adalah kecelakaan kapal selam terburuk yang pernah ada.

Padahal, pihak angkatan laut Rusia sebelumnya mengklaim bahwa kapal selam itu tidak bisa tenggelam, tahan dari serangan torpedo langsung, dan merupakan kebanggaan mereka.

Melansir dari The Guardian pada 2001, kapal selam itu berukuran dua jet jumbo, dan bertugas sebagai kapal selam raksasa. Kursk memiliki dua lambung yang dipisahkan celah sekitar satu hingga dua meter, dan dibagi menjadi sembilan kompartemen yang kedap air.

Maka, pada hari itu Kursk mendapat tugas untuk peluncuran torpedo dalam kegiatan latihan angkatan laut. Kegiatan ini merupakan latihan militer kelautan pertama di Rusia setelah kejatuhan Uni Soviet satu dekade sebelumnya.

Dirunut berdasarkan waktu, Robert Burl Brannon dalam buku Russian Civil-Military Relations (2009), peristiwa itu bermula ketika Kursk meminta izin untuk meluncurkan torpedo, karena sebelumnya ditunda berkali-kali.

Peluncuran baru dilakukan pada 11:29. Bukannya muncul torpedo ke permukaan laut, justru lembaga seismik Norwegia mendeteksi ada getaran sekitar 1,5 skala Richter.

Getaran itu dipusatnya sendiri berkekuatan 4,2 skala Richter, dan terdeteksi juga di Alaska, Amerika Serikat.

Bahkan lembaga seismik Blacknest, Inggris, mengidentifikasi ada dua ledakan di Laut Barents, dengan perbandingan ledakan kedua lebih besar seratus kali dari sebelumnya. Jeda antara ledakan itu hanya dalam 2 menit 15 detik.

Dalam arsip St. Petersburg Times, awak dari kapal selam Karelia sudah mendeteksi adanya ledakkan. Tetapi kapten malah berasumsi jika ledakan itu adalah bagian dari ledakan.

Hal serupa juga diungkap dari kapal lainnya lewat deteksi sinya hidro-akustik di bawah air dan terasa ke lambung kapal. Para awak melaporkan fenomena itu ke markas armada, tetapi diabaikan.

Pukul 13.30, waktu akhir merupakan waktu akhir latihan peluncuran torpedo. Tak ada kabar dari Kursk, tetapi masih dianggap sebagai kesalahan teknis komunikasi yang diklaim sering terjadi. Militer angkatan laut Rusia mulai mengirimkan helikopter, dan nihil.

Rusia baru menemukan Kursk 16 jam setelah tragedi mengerikan itu. Tetapi pertolongan yang diberikan baru dilakukan 15 jam berikutnya, kemudian diikuti Amerika Serikat dan Inggris yang menawarkan sehari setelahnya.

Lantas apa yang terjadi dengan Kursk?
Kyle Mizokami di Popular Mechanics menulis, kemungkinan yang terjadi pada kapal selam Kursk adalah kebocoran hidrogen peroksiden dan memicu kebakaran. Lewat kebakaran itu, ledakan pertama terjadi.

Ledakan pertama diketahui menjadi sumber penyebab sebagian besar awak tewas. Hal itu diungkapkan juga lewat surat yang ditulis Kapten Kolesnikov saat masih hidup, bahwa mereka yang tersisa hanya 23 orang.

Sedangkan ledakan kedua terjadi pada torpedo yang tersisa, dan lebih besar dari sebelumnya.

Senada dengan Mizokami, berdasarkan penyelidikan resmi Rusia bahwa ledakan torpedo yang menjadi kemungkinan besar penyebabnya. Selain itu militer Rusia, melansir dari Britannica, bahan bakar cair dalam misil yang digunakan Kursk diketahui tidak stabil.

Mereka berasumsi bahwa setelah ledakan pertama terjadi, kapten sedang berusaha menaikan kapal selam ke permukaan. Tetapi ledakan kedua yang disinyalir lebih besar merobek bagian depan kapal dan lumpuh total.

Catatan awak: kami tak bisa keluar!


Catatan yang ditulis oleh Kapten Kolesnikov ditemukan para penyelam dari kantongnya. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, para penyelam menemukan 23 mayat yang tewas di sebuah ruangan.

Komandan Angkatan Laut Rusia, Vladimir Kuroyedov mengungkapkan bahwa catatan itu ditulis dengan jelas, seolah-olah ditulis di ruangan yang terang. Tetapi selanjutnya catatan itu, hampir tidak terbaca lagi, catatan itu ditulis "dengan perasaan".

Pernyataan itu diungkapkan Kuroyedov dalam upacara penyalaan lilin pada 27 Oktober 2000, dikutip dari The New York Times.

Catatan itu menggambarkan bahwa dua atau tiga awak mencoba melarikan diri dari kapal selam lewat pintu darurat yang dibangun khusus di ruang sembilan. Ruangan itu sendiri adalah tempat yang selama berkumpul.

"Seperti yang kita ketahui, upaya itu gagal," Laksamana Mikhail Motsak, pimpinan kepala Angkatan Laut Rusia di upacara itu. "Mungkin karena sudah terisi air."

Temuan catatan itu membuat orang Rusia di malam upacara itu kecewa dengan pemerintah merka. Tragedi ini menjadi pukulan dahsyat atas kejayaan militer Rusia, dan reputasi Vladimir Putin yang baru terpilih sebagai presiden.

Putin dikritik berbagai pihak karena kurang pekanya pada isu. Sebab ia enggan mempersingkat liburannya untuk menangani masalah ketika Kursk tenggelam.


Badan Antariksa Eropa (ESA) baru saja meluncurkan pesawat luar angkasa buatan Inggris BepiColombo ke planet terdekat matahari yaitu Merkurius pada Sabtu (20/10/2018). BepiColombo meluncur di atas roket paling kuat milik ESA, Ariane 5.

Misi peluncuran pesawat antariksa tersebut merupakan kerja sama antara ESA dan Badan Antariksa Jepang (JAXA). Misi perjalanan ini akan dilaksanakan selama tujuh tahun. Tujuannya  untuk mengungkapkan misteri seputar planet Merkurius.

Dengan mengikuti “lintasan keluar” BepiColombo akan berayun melintasi Bumi dalam kurva yang lebar sebelum akhirnya menuju planet Venus.

Pesawat antariksa tersebut akan sampai ke planet paling dalam di tata surya pada tahun 2025. Setelah sesampainya di sana, pesawat tersebut akan menempatkan dua robot probe atau pengali di sekitar Merkurius.

Dua robot yang ditempatkan masing-masing merupakan milik ESA dan JAXA.

"Peluncuran BepiColombo adalah tonggak besar bagi ESA dan JAXA, dan akan ada banyak kesuksesan besan di masa mendatang. Setelah menyelesaikan perjalanan yang menantang, misi ini akan membawa pulang banyak ilmu pengetahuan," ucap Jan Worner, Direktur Umum ESA.

Ilmuwan berharap misi yang bernilai sebesar Rp27,8 triliun ini akan menjawab banyak pertanyaan tentang planet Merkurius. Seperti mengapa planet tersebut memiliki inti besar yang terbuat dari besi dan apakah itu mampu menahan jejak air.

Hasil misi yang dilakukan oleh ESA dan JAXA ini dapat memberikan wawasan baru tentang asal usul dan evolusi tata surya.

Fitur utama BepiColombo dilengkapi dengan teknologi propulsi ion listrik yang canggih, yang dapat menembak dua kali pada satu waktu. Itu juga akan memancarkan sinar gas xenon bermuatan listrik. Tembakan bertindak sebagai rem dalam melawan gravitasi matahari yang sangat besar.

“Ini merupakan salah satu misi antarplanet yang paling kompleks yang pernah kami lakukan,” ucap Andrea Accomazzo, direktur penerbangan ESA untuk pesawat tersebut.

"Salah satu tantangan terbesar adalah gravitasi Matahari yang sangat besar, yang menyulitkan menempatkan pesawat ruang angkasa ke orbit yang stabil di sekitar Merkurius," tambahnya.

Accomazo mengatakan bahwa perlu pengereman secara terus menerus agar tidak tertarik gravitasi matahari tanpa kendali.

"Kami harus terus-menerus mengerem untuk memastikan jatuh terkontrol ke arah Matahari, dengan pendorong ion menyediakan daya dorong rendah yang dibutuhkan selama jangka waktu yang panjang dari fase pelayaran," ucap Accomazo.

Misi ke Merkurius ini bukan pertama kalinya dilakukan, setidaknya sudah ada dua pesawat antariksa yang telah mengunjungi planet terpanas di tata surya ini.

Pesawat antariksa pertama yang mengunjungi planet ini adalah Mariner 10 milik NASA yang terbang melintasi planet tersebut sebanyak tiga kali antara tahun 1974 dan 1975. Yang kedua, pesawat Messenger mengorbit di planet tersebut antara tahun 2011 hingga 2015.

BepiColombo ini dinamai setelah Giuseppe "Bepi" Colombo, seorang ilmuwan dan insinyur dari Italia yang memainkan peran utama dalam misi Mariner 10 pada tahun 1974.


NASA mengungkapkan bahwa asteroid yang mendekati Bumi tahun lalu, ternyata bukan satu objek, melainkan dua.

Asteroid 2017 YE5 pertama kali terlihat pada 21 Desember 2017 oleh Morocco Oukaimeden Sky Survey. Namun, ia baru mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada 21 Juni lalu.

Hasil pengamatan jarak terdekatnya, menunjukkan bahwa asteroid itu merupakan sistem biner yang terdiri dari dua objek yang saling mengorbit satu sama lain. NASA bahkan mengungkapkan bahwa mereka ‘menari’ bersama.

“Hasil observasi mengungkap adanya dua lobus berbeda. Awalnya, orientasi asteroid membuat para ilmuwan kesulitan melihat apakah kedua tubuh mereka terpisah atau menjadi satu. Namun, pada akhirnya, dua objek ini berputar dan memperlihatkan celah yang jelas di antaranya,” jelas NASA.

Penelitian lebih lanjut yang dilakukan di Arecibo Observatory di Puerto Rico, dan Green Bank Observatory di West Virginia pun menunjukkan hasil yang sama.

NASA mengatakan, asteroid kembar ini memiliki karakteristik yang unik.

Tidak seperti asteroid berbatu lainnya, mereka berwarna ‘gelap seperti arang’. Artinya, dua asteroid yang ditemukan di dekat Bumi ini tidak merefleksikan banyak cahaya.

Para ilmuwan juga menduga bahwa mereka mungkin memiliki tingkat kerapatan, komposisi permukaan, dan kekasaran yang berbeda.

Dalam 18 tahun terakhir, hanya ada 50 sistem biner yang dipelajari NASA. Oleh sebab itu, asteroid kembar ini dianggap sebagai penemuan langka.

Menurut para ahli, asteroid kembar tersebut tidak akan datang sedekat ini lagi dengan Bumi hingga 170 tahun mendatang.




 


Para arkeolog telah menemukan salah satu kompleks kuil Romawi kuno yang paling luas di Eropa utara. Kompleks tersebut mencakup altar pengorbanan yang digunakan oleh tentara di perbatasan jauh Kekaisaran Romawi. Kompleks itu memiliki altar untuk Merkurius, Jupiter, dan Hercules.

Penemuan ini memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan tentara yang ditempatkan di perbatasan kekaisaran, jauh dari jantung Romawi.

"Ini adalah tempat perlindungan Romawi yang paling terpelihara di Belanda, dan mungkin di daerah yang jauh lebih besar. Ini cukup luar biasa," kata Eric Norde, seorang arkeolog di Dutch archaeology agency, RAAP, mengatakan kepada Live Science.

Dijelaskan, situs abad pertama Masehi, dikenal sebagai tempat kuil perlindungan. Terletak di dekat percabangan sungai Rhine dan Waal dan tidak jauh dari benteng Romawi di sepanjang Lower German Limes, yang saat itu merupakan perbatasan paling utara kekaisaran.

Sekarang terletak di dekat kota Zevenaar Belanda di wilayah Gelderland timur. Berada di dekat perbatasan dengan Jerman.

Tempat suci itu terdiri dari setidaknya tiga kuil besar dan banyak altar kecil yang didedikasikan untuk dewa dan dewi Romawi tertentu. Sebagian besar akan digunakan untuk sumpah suci oleh tentara Romawi yang ditempatkan di benteng terdekat.

Ratusan artefak telah ditemukan di situs tersebut, termasuk koin dan perhiasan. Sedangkan ujung spear dan lance, dan sisa-sisa baju besi dan perlengkapan kuda, menekankan sifat militernya, katanya.

Pemerintah pusat Belanda dan pemerintah provinsi Gelderland telah mengontrak RAAP untuk menggali situs tersebut. Situs itu pertama kali digali selama pekerjaan ekstraksi tanah liat komersial pada tahun 2021, menurut sebuah pernyataan oleh kementerian kebudayaan Belanda.

Ekstraksi tanah liat telah dihentikan untuk penggalian tetapi terus berlanjut di dekatnya. Sehingga situs arkeologi ditutup untuk umum untuk saat ini.


Tempat Suci

Altar yang dibangun di atas bukit kecil di dekat percabangan sungai, bukit itu kemudian dibuat sedikit lebih tinggi. Sebuah tangga batu mengarah ke air dan ada juga sumur besar di lokasi itu. Kuil-kuil juga dikelilingi oleh beberapa lubang perapian.

Kuil-kuil utama di tempat suci itu dicat warna-warni dengan lukisan dinding dan memiliki atap ubin. Stempel di ubin menunjukkan bahwa mereka sering dibuat oleh tentara.

Akan tetapi tempat suci ini juga terkenal karena banyaknya altar di luar kuil utama, yang akan digunakan oleh para pemohon untuk menuangkan anggur dan mempersembahkan kurban hewan saat berdoa.

Norde mengatakan altar tersebut didedikasikan untuk beberapa dewa Romawi yang berbeda, termasuk Merkurius, dewa pesan, uang, dan sihir. Kemudian Jupiter-Serapis, avatar dewa utama yang berasal dari Mesir kuno; hingga Hercules Magusanus.

Selanjutnya penggabungan dari dewa Romawi Hercules (Heracles dalam bahasa Yunani) dan dewa atau pahlawan Jerman yang tidak disebutkan namanya dan Iunones, sekelompok dewi yang disembah terutama di Galia Romawi.

Setiap altar memuat sebuah prasasti Latin yang menyebutkan para dewa atau dewi yang didedikasikan untuknya. Tentara Romawi membayarnya untuk ditempatkan di sana, bersama dengan pangkatnya.

Norde mengatakan altar tampaknya telah ditempatkan oleh perwira senior di benteng Romawi, sebagai ucapan terima kasih kepada dewa-dewa mereka. Itu karena keingingan mereka telah terpenuhi, mungkin memenangkan pertempuran, atau bertahan tinggal di wilayah utara yang jauh dari rumah.

Selanjutnya, para arkeolog masih bekerja untuk menentukan tanggal dengan tepat berbagai struktur di sana. Namun tampaknya tempat suci itu digunakan dari sekitar abad pertama M sampai bagian akhir abad ketiga M. Saat itu kontrol Romawi di provinsi utara mulai goyah di bawah invasi Jerman.

Selain sisa-sisa kuil, altar, dan artefak, para arkeolog telah menemukan sisa-sisa banyak hewan kurban, seringkali burung seperti ayam. Tidak hanya itu, mereka juga menemukan hewan yang lebih besar seperti babi, domba, dan lembu.

"Kami telah menemukan banyak. Banyak jejak persembahan yang dibuat oleh para prajurit, dan banyak sisa makanan yang dipersembahkan kepada para dewa," kata Norde. "Jadi kita bisa melihat kehidupan sehari-hari di situs kuil."


Merkuri menjadi salah satu jenis logam yang namanya tidak asing di telinga Anda. Senyawa ini telah digunakan oleh manusia sejak ribuan tahun lalu. Berdasarkan hasil studi baru, bukti keracunan merkuri telah ditemukan pada tulang manusia dari periode yang mencakup sekitar 5.000 tahun.

Menurut para ahli ini merupakan bukti tertua keracunan merkuri. Melansir Daily Mail tulang-tulang manusia ini berasal dari 370 orang yang hidup pada Zaman Neolitikum Akhir dan Zaman Tembaga. Tingkat merkuri tertinggi ditemukan di antara mereka yang hidup pada awal Zaman Tembaga, antara 2900 dan 2600 SM.

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh University of North Carolina Wilmington menyimpulkan keracunan itu terjadi karena paparan cinnabar, mineral merkuri sulfida yang terbentuk secara alami di daerah termal dan vulkanik di seluruh dunia. Ketika dihancurkan bentuknya berubah menjadi bubuk warna merah. Secara historis, bentuk bubuk cinnabar telah digunakan untuk menghasilkan pigmen dalam cat atau dikonsumsi sebagai obat ‘ajaib’.

“Di Iberia penggunaan cinnabar sebagai zat warna, cat, atau zat medis dimulai pada (zaman) Paleolitikum Akhir dan diintensifkan secara bertahap pada Zaman Neolitikum dan Tembaga. Ada bukti penambangan deposit bijih yang ekstensif di Almaden, Spanyol bagian tengah pada 5300 SM,” jelas para peneliti dalam jurnalnya.

Studi ini telah dipublikasikan di International Journal of Osteoarchaeology dengan judul The Use and Abuse of Cinnabar in Late Neolithic and Copper Age Iberia pada 13 Oktober 2021. Dijelaskan seperti banyak budaya prasejarah lainnya di seluruh dunia cinnabar digunakan dalam ritual salah satunya penguburam. Meskipun penerapannya sebagai cat tubuh, obat, entheogen juga mungkin terjadi.

Tulang-belulang dari 370 individu ini dikebumikan di 23 situs arkeologi di Portugal dan Spanyol. Menurut studi ini merupakan pengambilan sampel terbesar yang pernah dilakukan pada tulang manusia terkontaminasi. Dilansir dari Smithsonian Magazine, tidak semua tulang menunjukkan kadar merkuri yang tinggi, tetapi tingkat yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan.


Steven Emslie, penulis utama studi dan seorang ahli biologi di University of North Carolina Wilmington mengatakan bahwa ia menemukan temuan ini secara tidak terduga. Pada tahun 2012 lalu, dia mengunjungi kebun anggur di bagian selatan Portugal uang kebetulan memiliki museum arkeologi di pekarangannya.

Sebelumnya, pemilik tempat tersebut telah menemukan kompleks upacara besar dari Zaman Neolitikum dan Tembaga Akhir saat membajak kebun anggur di tahun 1996 dan membangun museum untuk menampung artefak dan sisa-sisa manusia yang ditemukan di sana. Merasa penasaran Steven Emslie menawarkan untuk menganalisis isotop tulang dengan harapan mendapatkan wawasan mengenai pola makan orang-orang prasejarah.


Proyek ini muncul dari kecintaan Steven Emsile pada anggur dan analisis peluang. Dia menambahkan bahwa dirinya terkejut karena menemukan kadar merkuri yang tinggi di tulang. “(Karena) polusi merkuri bukanlah masalah seperti sekarang ini (selama Zaman Tembaga) dan hanya merkuri alami yang awet dalam jaringan dengan nilai yang sangat rendah,” tuturnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperhitungkan kadar merkuri 1 atau 2 bagian per juta (ppm) normal untuk rambut manusia. WHO juga mencatat orang yang makan ikan setiap hari mungkin kadar yang mendekati 10 ppm.

Menurut sebuah pernyataan, beberapa sampel yang termasuk dalam penelitian ini memiliki kadar lebih dari 400 ppm. Sebanyak 31 individu memiliki kadar di atas 10 ppm. Kadar merkuri yang terdeteksi pada beberapa subjek sangat tinggi. Sehingga para peneliti tidak mengesampingkan bahwa bubuk cinnabar sengaja dikonsumsi dengan cara dihirup atau bahkan ditelan untuk ritual, simbolis maupun nilai esoterik yang dikaitkan dengannya.