Showing posts with label Segitiga Bermuda. Show all posts
Showing posts with label Segitiga Bermuda. Show all posts

 

Sejak bertolak dari Pelabuhan 18 September 2011 lalu, Kapal Scorpius membawa misi hebat, mengarungi samudera selama 365 hari, mengelilingi dunia, melintasi Kutub Selatan dan Utara. Untuk memecahkan rekor dunia.

Namun, kejadian tak diduga terjadi saat melintasi Trans-Atlantik, menuju Islandia. Kapal milik Rusia itu terperangkap badai di sebuah lokasi paling misterius dan dianggap angker di lautan: Segitiga Bermuda.

Kepada situs media Rusia, Itar-Tass, juru bicara ekspedisi, Anna Subbotina mengungkapkan, kondisi cuaca buruk di tempat yang memiliki reputasi menakutkan bagi sebagian pelaut, mencegah Scorpius mencapai tujuan berikutnya.

"Kapal pesiar itu tersambar petir di tengah badai kencang yang melanda pada Jumat 13 Juli 2012," kata Subbotina. Akibatnya, hampir semua sistem navigasi tak berfungsi, rusak.

Dalam kontak radio Senin lalu, Kapten Kapal, Sergei Nizovtsev mengatakan, setelah diterjang badai, peralatan kapal dan telepon satelit masih bisa beroperasi, meski mengalami gangguan. Sementara koneksi internet terputus sama sekali. Kabar baiknya, semua kru selamat dalam insiden itu.

"Angin kencang secara acak mengubah kecepatan dan arahnya," kata Nizovtsev. "Angin juga menciptakan pusaran air di beberapa titik di lautan."

Kadang-kadang arus balik memperlambat laju kapal, nyaris tak bergerak. "Bahkan mesin yang digeber dengan kecepatan penuh tak banyak membantu," tambah Kapten Nizovtsev.

GLONASS, satu-satunya sistem navigasi yang masih berfungsi di Scorpius menunjukkan koordinat keberadaan kapal, yakni 27 derajat 9 menit lintang Utara dan 64 derajat 50 menit bujur Barat.

Saat insiden terjadi, Nizovtsev mengatakan, tak ada kepanikan berlebih dalam kapal. Para kru, dia mengatakan, "tak percaya soal takhayul tentang kapal dan pesawat yang hilang misterius di Segitiga Bermuda."

Meski demikian, ia mengakui para kelasi melihat fenomena aneh di atmosfer selama badai menerjang 13 Juli lalu: awan vertikal yang menjulang dari air seperti dinding kabut. Juga lingkaran cahaya raksasa yang muncul dan kemudian menghilang di atas lautan.


Misterius?

Tak ada nama Segitiga Bermuda dalam peta resmi. Ia hanya wilayah laut dalam garis imajiner yang menghubungkan tiga wilayah: Bermuda, Puerto Riko, dan Miami.

Di kalangan para pelaut, wilayah itu terkenal dengan kondisi cuacanya yang kompleks, dapat berubah sewaktu-waktu. Meski tak bisa dipastikan kapan cuaca akan berubah, ada sejumlah pertanda yang bisa dibaca: suhu turun dengan tajam, angin kencang, dan badai kuat.

Ada banyak kapal dan pesawat yang hilang di wilayah itu. Salah satunya kesatuan Penerbang 19 pada 5 Desember 1945 pukul 14.10 waktu setempat. Dilaporkan enam pesawat dan 27 orang hilang secara misterius.

Juga peristiwa hilangnya kapal induk USS Cyclops pada 1918, yang hingga saat ini jadi misteri terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.

Berbagai macam dugaan aneh muncul, ada yang mengatakan alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Namun, spekulasi liar itu dibantah oleh para ilmuwan, termasuk Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan National Oceanic and Atmospheric  Administration (NOAA). (eh)

Ada Piramida Di Segitiga Bermuda

Posted by BaronNight On 3:37 AM 0 comments

 Belum lama ini, beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang, berada dibawah ombak yang menggelora! Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter. Jika bicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan halimun pada permukaan laut. Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.



Bagaimanakah orang dulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka. Ada juga yang curiga bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, dia (Piramida) bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui.dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.


“Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai seakrang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang , sudah bersejarah puluhan juta tahun. Namun dibanyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.