Showing posts with label alien. Show all posts
Showing posts with label alien. Show all posts


Para peneliti belum pernah melihat kasus seperti ini. Mereka telah menemukan manusia purba pertama yang orangtuanya berasal dari dua pohon keluarga spesies yang berbeda.

Sang ibu merupakan manusia Neanderthal, sementara ayahnya adalah Denisovan – hominid misterius yang belum banyak diketahui (saat ini, manusia modern adalah satu-satunya jenis hominid yang mampu bertahan hidup).

Kerangka yang ditemukan arkeolog menunjukkan bahwa itu adalah milik anak perempuan berusia 13 tahun yang hidup 90 ribu tahun lalu.

Para ilmuwan berhasil mengungkap keturunan campurannya ketika menganalisis DNA di tulang jarinya. Penemuan ini menambah bukti bahwa berbagai kelompok hominid bersilang dengan sesamanya atau kelompok lain – bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.

Dalam waktu yang lama, para ilmuwan berpikir bahwa kelompok seperti Homo Sapiens, atau manusia modern, dan Homo neanderthalensis, atau Neanderthals, merupakan spesies terpisah yang tidak mampu menghasilkan keturunan yang layak.

Namun, setelah kini diketahui bahwa mereka bisa berpasangan satu sama lain, beberapa ilmuwan berpendapat, Neanderthal dan Denisovan sebenarnya adalah sub-populasi manusia modern. Hasil penelitian DNA menunjukkan bahwa manusia modern memiliki presentase kecil dari DNA Neanderthal atau Denisovan.

“Hal paling menarik, ini adalah bukti langsung,” kata Svante Pääbo, seorang ahli genetika molekuler yang memimpin penelitian terbaru tersebut.

Pääbo dan rekannya mempublikasikan penelitian mereka dalam jurnal Nature.

Pada 2010, Pääbo termasuk dalam tim yang menemukan DNA Denisovan di gua Siberia untuk pertama kalinya. Sejauh ini, gua tersebut merupakan satu-satunya tempat di mana DNA Denisovan pernah ditemukan.

Kerangka perempuan berusia 13 tahun yang memiliki darah campuran ini juga ditemukan di gua yang sama.

Melihat adanya pertukaran DNA, sangat mungkin bahwa Neanderthals dan hominid juga berbagai pengetahuan dan teknologi.

Penelitian lain yang dipublikasikan pada jurnal Nature, menunjukkan bahwa Neanderthal tahu cara menciptakan api sejak 50 ribu tahun lalu.


Sebuah benda misterius ditemukan di Pulau Seabrook, Carolina Selatan pada hari Jumat (5/10/2018). Pihak berwenang belum bisa memastikan mengenai identitas benda tersebut. Namun dugaan awal adalah benda misterius ini merupakan sampah antariksa.

Penemuan ini pertama kali ditemukan oleh The Lowcountry Marine Mammal Network dan dipublikasikan dalam laman akun Facebook mereka.

Melansir Charlotte Observer pada Selasa (9/10/2018), benda tersebut berukuran cukup besar, lebih tinggi dari manusia dewasa. Masyarakat sekitar banyak yang menyebutnya sebagai UFO, karena bentuknya memang mirip dengan piring terbang yang selama ini ada di dalam film.

Satu hal yang membuat bingung adalah kenampakan objek tersebut terlihat terbuat dari beton yang sangat tebal. Namun, petugas The Lowcountry Marine Mammal Network membantah dan mengatakan bahwa tampilan foto tersebut menipu. Objek ini sangat lembut ketika disentuh.

"Sentuh saja, dan benda tersebut akan terasa seperti busa yang lembut," kata pihak The Lowcountry Marine Mammal Network. Mereka juga menambahkan bahwa objek misterius tersebut dengan segera dibawa oleh otoritas AS.

The Lowcountry Marine Mammal Network kemudian melontarkan pertanyaan kepada para pengikut akun mereka mengenai identitas objek tersebut. Banyak orang kemudian melontarkan dugaan mereka.

"Saya melihatnya pagi ini saat saya sedang berjalan. Saya berasumsi itu adalah sebuah pelampung, tetapi bisa juga sisa-sisa pesawat alien luar angkasa," tulis Jennifer Passantino di halaman Facebook terkait. 

Di antara banyak dugaan yang dilontarkan, terdapat beberapa dugaan yang paling masuk akal dan populer. Objek ini diduga menjadi bagian dari roket pesawat NASA, pesawat ulang-alik, atau bahkan "kapsul re-entry".

"Benda tersebut seperti pesawat ulang-alik Challenger yang meledak sekitar tiga puluh tahun lalu. Bagi saya, itu terlihat seperti nosel roket," tulis Jim Elrod di halaman Facebook The Lowcountry Marine Mammal Network.

"Anda mungkin dapat menghubungi NASA. Ini bisa saja bagian dari Tank Eksternal pesawat ulang-alik Challenger," kata Barry Dearborn.

Pada bulan Juni lalu, Charlotte Observer juga pernah melaporkan penemuan objek misterius yang terbuat dari logam di tepi pantai Corolla. Penggunaan dan asal-usulnya pun tidak pernah dilaporkan sejak ditemukan.


Permukaan planet Venus tidak seperti Bumi yang ramah untuk makhluk hidup.

Kesempatan untuk hidup di sana bahkan mendekati nol. Namun, menurut sejumlah ilmuwan, beda halnya dengan atmosfer Venus.

Menurut beberapa sumber, kemungkinan bentuk-bentuk kehidupan primitif masih beredar di antara gas-gas yang tercampur di lapisan atmosfer Venus.

Tidak berhenti di situ, para ahli mengatakan rencananya untuk misi lebih lanjut.

Mereka akan melakukan semacam misi sampel untuk mengambil setiap potensi “penghuni” yang mungkin bersembunyi di sana. Demikian diberitakan Daily Galaxy, Maret 2011 silam.

Selama bertahun-tahun, beberapa pesawat ruang angkasa mendekati planet tersebut dan menganalisisnya hingga batas tertentu. Namun, mereka tidak tahu banyak tentang Venus seperti halnya Mars. Planet Merah ini dipelajari ilmuwan non-stop dalam beberapa dekade terakhir.

Meski teori-teori muncul dan mulai menunjukkan ada kehidupan di Mars, Venus bisa jadi menyimpan kejutan besar bagi para ilmuwan, khususnya astrobiologist. Namun, misteri itu dinilai cukup mudah dipecahkan. Menurut ilmuwan, cukup dengan mengirimkan balon terbang ke planet itu untuk menangkap kehidupan di atmosfer Venus.

Di permukaan planet Venus, suhu tercatat sangat tinggi. Panasnya bahkan bisa menguapkan raksa dan mengubah timah padat menjadi genangan air.

Tingkat tekanannya mencapai 20 kali lipat Bumi, sehingga bisa dipastikan bahan dan struktur kehidupan tidak mungkin ada di planet ini. Jika pun ada, kemungkinan mereka yang bertahan dengan kondisi ini sangatlah minim.

Anehnya, atmosfer Venus justru mirip dengan Bumi. Jaraknya cukup jauh dari permukaan. Awannya bahkan memiliki suhu yang sama, begitu pun tingkat tekanannya.

Sejumlah studi, walaupun jumlahnya sedikit, mengatakan bahwa komposisi kimia dari awan ini sangat mirip dengan awan di Bumi sekitar miliaran tahun yang lalu.

Artinya, suasana atmosfer Venus sangat mirip dengan suasana atmosfer Bumi saat terbentuk pertama kali.

Atmosfer di Venus dan Bumi sama-sama tidak mengandung asam sulfat. Ini adalah petunjuk yang menjanjikan bagi banyak orang. Bahkan, orang skeptis pun mengakui bahwa ini perlu dieksplorasi lebih lanjut secara rinci.

Terlepas dari banyak temuan yang dianalisis dari Bumi, faktanya ilmuwan merasa perlu untuk mengirim roket jarak jauh dan mengambil sampel langsung. Hanya dengan cara ini mereka bisa memastikan bahwa kehidupan memang ada atau tidak di permukaan planet tetangga Bumi itu.

venus orbiter

Wahana Jepang ke planet Venus, Akatsuki (kiri) dan Ikaros (kanan)

Tahun 2010 lalu, Jepang juga telah meluncurkan roket, sebagai misi ruang angkasa ke planet Venus. Misi ini bertujuan untuk mempelajari atmosfer Venus dan menguji pesawat bertenaga surya. Dua wahana ini, Akatsuki dan Ikaros, diangkut roket yang diluncurkan dari Jepang selatan.

Ikaros adalah wahana yang menggunakan baling-baling bertenaga surya dan pergerakannya akan bertambah cepat ketika melewati Venus. Ikaros akan mencapai ke sisi terjauh Venus dari matahari.

Para ilmuwan berharap pengetahuan lebih mendalam mengenai planet ini bisa membantu manusia memahami pemanasan global di bumi. (Daily Galaxy/ sm/ar/tn/vs/icc.wp.com)

Cosmic Geometry, between Venus vs the Earth

Cosmic Geometry, between Venus vs the Earth




 

Tengkorak-Tengkorak Misterius

Posted by BaronNight On 4:23 AM 0 comments

 Selama berabad-abad, para arkeolog telah menemukan tengkorak dan artefak aneh yang tidak dapat dengan mudah dijelaskan. Dari koin emas yang tertanam dalam batubara sampai alat-alat yang rumit seperti Mekanisme Antikythera. Hal yang sama berlaku untuk tengkorak manusia yang banyak ditemukan, yang menantang persepsi evolusi manusia. Penemuan arkeologi lumayan baru dari tulang manusia miniatur di Pulau Flores Indonesia telah mengarah pada kesimpulan baru, (masih menjadi perdebatan), yaitu spesies manusia - Homo floresiensis. Di selatan Amerika, ilmuwan telah mengungkapkan banyak tulang dan tengkorak aneh yang memanjang dan di Amerika Utara sebuah yayasan kecil telah dibentuk untuk mempelajari Tengkorak Starchild yang misterius. Karena ini adalah topik yang kontroversial dan menarik, maka seperti topik topik kontroversial dan menarik lainnya, tentu saja banyak mengundang perdebatan. Postingan ini merupakan pengantar untuk beberapa artefak tulang tengkorak aneh dan yang telah ditemukan serta beberapa perdebatan seputar keaslian mereka.


Tengkorak Vampire Andover


Ada beberapa laporan tengkorak vampir yang telah digali dan yang paling baru adalah di Venice, Italia. Selama kuartal pertama 2009 sebuah tim arkeolog menggali sebuah lubang kuburan massal di Pulau Lazzaretto Nuovo. Ketika mereka menggali sebuah tengkorak wanita dengan sebuah lempengan batu terlihat dipaksa masuk ke dalam mulutnya. Ini adalah pemakaman khas untuk orang orang yang dicurigai sebagai vampir karena perlakuan seperti ini tujuannya untuk mencegah makhluk ini bangkit dari kematian. Tengkorak dan tulang terkait sesuai dengan fisiologi manusia normal dan tidak menampilkan karakteristik fisik yang terkait dengan persepsi modern vampir. Jadi mungkin tengkorak ini dulunya adalah korban fitnah. Namun, cerita yang lebih menarik adalah penemuan tengkoral Andover. Informasi ini samar tapi dasar dari cerita ini adalah bahwa pada suatu waktu selama tahun 1950-an pasangan yang baru menikah, Mr F dan Ny B Morris, pindah ke Andover Massachusetts di Amerika Serikat.

Mereka kecewa menemukan rumah yang mereka beli belum sepenuhnya dikosongkan dan lotengnya tetap penuh dengan bertumpuk tumpuk buku, perabotan rusak dan barang-barang lainnya. Satu tahun kemudian Nyonya Morris akhirnya memutuskan untuk mengosongkan loteng dan, saat itulah dia menemukan sebuah kotak kayu berat yang tertutup dan telah dipaku. Malam itu suaminya membuka kotak itu dengan pengungkit dan mereka menemukan sebuah tengkorak besar yang sangat aneh. Tengkorak ini memiliki lubang mata yang luar biasa besar dan beberapa potong tulang tempurung kepala patah. Ada ukiran yang aneh di bagian depan kiri tengkorak tapi bagian paling menarik dari penemuan ini adalah gigi taring nya yang aneh memanjang. Secara keseluruhan tengkorak itu lebih besar daripada tengkorak manusia pada umumnya dan memiliki kubah dahi yang khas. Mr Morris terpaku melihat tengkorak aneh itu dan kemudian menyimpannya di ruang kerjanya, tempat ia menunjukkan kepada teman-temannya dan orang orang yang penasaran ingin melihat lainnya. Setelah beberapa bulan, Ny Morris menjadi tertekan dengan keberadaan tengkorak aneh itu dan bersikeras bahwa tengkorak itu harus dikubur kembali karena dia yakin bahwa tengkorak itu adalah tengkorak setan atau setidaknya tengkorak seorang dukun indian yang sangat sakti. Namun ada tuduhan yang mengatakan bahwa, tengkorak aneh itu dicuri dari sebuah Museum Arkeologi khusus dalam bidang sejarah Amerika yang berada di dekatnya.


Tengkorak Starchild


Tengkorak "Starchild" mungkin adalah penemuan yang paling kontroversial karena publisikasinya yang luas. Singkatnya, tengkorak asli, yang diperkirakan berumur 900 tahun, ditemukan oleh seorang gadis remaja Amerika dekat distrik Copper Canyon, Sierra Tarahumara di barat daya negara bagian Chihuahua, Meksiko. Setelah kematiannya pada tahun 1990 tengkorak ini menjadi milik penduduk El Paso, Ray dan Melanie muda pada tahun 1998. Mereka mencari nasihat dari Mr Lloyd Pye yang sering digambarkan sebagai seorang peneliti alternatif. Tak lama kemudian ia mendirikan Proyek Starchild untuk lebih memahami tengkorak ini. Tidak ada keraguan bahwa tengkorak tersebut adalah nyata. Tulangnya lebih tipis dari tengkorak pada umumnya dan meskipun tampaknya tengkorak ini adalah seorang anak berusia empat tahun atau lima tahun, namun kapasitas tengkoraknya 1600cc atau 200cc lebih besar dari tengkorak manusia dewasa pada umumnya. Tes DNA telah mengungkapkan bahwa ia memiliki baik kromosom X maupun kromosom Y manusia yang menunjukkan bahwa ia adalah manusia. Namun, para pendukung teori-teori alternatif menunjukkan bahwa tengkorak starchild ini adalah anak hasil hibrida antara manusia dengan alien. Menurut Proyek Starchild mereka membantah bahwa DNA dari kedua orang tuanya dengan mudah diidentifikasi dan mereka juga menunjukkan bahwa DNA ayah adalah sesuatu yang lain daripada biasanya.

Ada dua kelompok dengan pendapat yang berbeda mengenai Starchild. Satu kelompok melihatnya sebagai bukti dari berbagai teori mulai dari hibrida alien-manusia atau bukti dari evolusi alternatif. Kelompok lain percaya bahwa tengkorak tersebut tidak lebih dari sebuah cacat alami mungkin disebabkan oleh brachycephaly, Crouzon sindrom atau beberapa mutasi genetik alam lainnya. Kedua kelompok ini sama sama memiliki bukti bukti yang meyakinkan dan memang seharusnya anda meneliti kedua pendapat tersebut sebelum anda memihak atau berkesimpulan sendiri.

Bukti Kehidupan di Luar Bumi

Posted by BaronNight On 1:09 AM 0 comments

Sudah banyak bukti-bukti yang ditemukan oleh para ilmuwan mengenai kehidupan diluar bumi. Inilah beberapa diantaranya ...

Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. (QS 42:29)

Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari al-Qur’an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah disemua langit dan bumi yang telah diciptakan-Nya. Pengertian dari istilah Dabbah ini sendiri bisa kita lihat pada surah an-Nur ayat 45,

Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’; diantara mereka ada yang berjalan diatas perutnya dan ada juga yang berjalan dengan dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.. - Qs. 24 An-Nur :45

Jadi dabbah disini jelaslah bukan mahluk ghoib seperti jin dan setan, tetapi adalah semua mahluk kasat mata seperti manusia, binatang, tumbuhan, bahkan bakteri dan mikroba.

Ada beberapa bukti yang diperoleh ilmuwan-ilmuwan yang membuktikan bahwa di planet-planet lain memang ada kemungkinan terjadi evolusi bentuk kehidupan. Salah satunya dikarenakan pada pembentukan suatu tatasurya, banyak dijumpai

Para astronom percaya bahwa bintang-bintang, planet, dan komet serta asteroid terbentuk dalam reaksi berantai yang besar dimulai ketika materi awan antar bintang runtuh di bawah gravitasinya sendiri. Beberapa bentuk-bentuk materi-bintang seperti matahari kita dan beberapa di antaranya akan tersebar sebagai cakram di sekitar bintang yang baru lahir.

Beberapa materi dalam cakram ini kemudian berkumpul dan membentuk planet-planet. Dekat dengan matahari, di tempat yang hangat, sisa puing (berbatu materi) berubah menjadi asteroid. Di daerah luar, di tempat yang dingin, potongan es batu dan debu berubah menjadi komet.

Secara umum dipercaya bahwa molekul organik yang mengandung atom karbon dan terdapat pada semua bentuk kehidupan yang diketahui ilmu pengetahuan, terperangkap dalam jumlah besar, baik dalam awan antarbintang dan komet.

  Para ilmuwan berpendapat bahwa ada penyusun molekul organik yang cukup di ruang antarbintang, dan pendapat ini sudah dikonfirmasi kebenarannya dengan penemuan antrasena.


Penemuan antrasena, oleh para peneliti dari Astrofisica Instituto de Canarias (IAC) dan University of Texas, bisa membantu memecahkan misteri astrofisika tua beberapa dekade tentang produksi molekul organik dalam ruang.

"Kami telah mendeteksi keberadaan molekul antrasena dalam awan padat di arah bintang Cernis 52 di Perseus, sekitar 700 tahun cahaya dari Matahari," jelas Susana Iglesias Groth, peneliti IAC pos penelitian.

Menurutnya, langkah berikutnya adalah untuk menyelidiki keberadaan asam amino. Molekul seperti antrasena adalah prebiotik, sehingga ketika mereka mengalami radiasi ultraviolet dan dikombinasikan dengan air dan amonia, mereka dapat menghasilkan asam amino dan senyawa lain yang penting untuk pengembangan kehidupan.

"Dua tahun lalu, kami menemukan bukti adanya molekul organik yang lain,naftalena, di tempat yang sama, jadi semuanya menunjukkan bahwa kami telah menemukan formasi bintang wilayah yang kaya akan kimia prebiotik," kata Iglesias.

Sampai sekarang (hingga penemuan ini), antrasena telah terdeteksi di meteorit dan tidak pernah ditemukan di medium antarbintang.

bentuk oksidasi molekul ini adalah umum dalam sistem kehidupan dan biokimia aktif.Di planet kita, antrasena teroksidasi adalah komponen dasar dari aloe dan memiliki sifat anti-inflamasi.

Temuan baru menunjukkan bahwa sebagian besar komponen kunci dalam prebiotik kimia darat dapat hadir dalam materi antar bintang.

Sejak tahun 1980-an, ratusan pita (bands) ditemukan dalam spektrum medium antarbintang, dikenal sebagai diffuse spectroscopic bands, telah diketahui terkait dengan materi antar bintang, tetapi asal mereka belum teridentifikasi sampai sekarang.

Penemuan ini menunjukkan bahwa mereka dapat dihasilkan dari bentuk-bentuk molekul berdasarkan antrasena atau naftalena.

Karena mereka tersebar luas di ruang antar bintang, mereka mungkin telah memainkan peran penting dalam produksi banyak molekul organik yg hadir pada saat pembentukan tata surya.

Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society.
________________________________________________________________________________

 Penemuan diatas menunjukkan bahwa di sistim tatasurya lainnya juga sangatlah besar kemungkinan terjadinya pembentukan organisme, karena materi penyusunnya banyak tersebar di ruang antar bintang.


Penemuan lainnya bahkan lebih mengisaratkan memang ada bentuk kehidupan selain dibumi, yaitu penemuan fosil bakteri di meteorit yang ada dibumi.




Dr Richard B. Hoover, astrobiologis dengan NASA's Marshall Space Flight Center, telah melakukan perjalanan ke daerah-daerah terpencil di Antartika, Siberia, dan Alaska, selama lebih dari sepuluh tahun hingga sekarang, mengumpulkan dan mempelajari meteorit. Dia memberi akses FoxNews.com tentang penelitian out of this world nya, yang dipublikasikan Jumat tengah malam di edisi Maret Journal of Kosmologi. Di dalamnya, Hoover menggambarkan penemuan terbaru dalam studinya tentang sebuah kelas meteorit yang sangat langka, disebut CI1 chondrites karbon - hanya sembilan meteorit tersebut diketahui ada di Bumi.

Meskipun mungkin akan sulit untuk diterima, Hoover yakin bahwa temuan menunjukkan bukti fosil dari kehidupan bakteri dalam meteorit tersebut, sisa-sisa organisme hidup dari tubuh orang tua mereka - komet, bulan dan benda2 luar angkasa lainnya.temuan ini menunjukkan kita tidak sendirian di alam semesta, katanya. "Saya menafsirkannya sebagai menunjukkan kehidupan yang lebih luas terdistribusikan di semesta ini dan tidak hanya terisolasi di planet bumi," kata Hoover kpd FoxNews.com. "Ini bidang studi yg baru saja dibuka - karena terus terang saja, banyak ilmuwan besar akan mengatakan bahwa ini adalah mustahil."

Dalam apa yang dia sebut "proses yang sangat sederhana," Dr Hoover mematahkan batu meteorit di bawah lingkungan yang steril sebelum memeriksa permukaan patahan meteorit dengan alat-alat standar ilmuwan: mikroskop pemindaian-elektron dan mikroskop lapangan emisi elektron-scanning, yang membuatnya bisa mencari bukti fosil .
________________________________________________________________________________

Ada yang lebih mengejutkan lagi selain penemuan Dr Richard B. Hoover diatas. yaitu penemuan fosil dan molekul-molekul organik pada sebuah meteorit yang berasal dari planet Mars dan jatuh ke Antartika bumi 13000 tahun yang lalu. Fosil awal kehidupan di mars itu diperkirakan berumur 16 juta tahun. 


Dan penemuan yang terjadi baru-baru ini adalah penemuan sebuah planet yang mirip bumi karena layak untuk dihuni dan diberi nama planet Gliese 581g



Adakah Kehidupan Lain Diluar Bumi?

Posted by BaronNight On 1:06 AM 0 comments

 

Meskipun pertanyaan yang sedikit aneh ditelinga kita, tapi coba kita renungkan..berapa banyakkah planet dan galaxy, benda langit lain yang bertebaran diluar sana?

Berapa ribu atau berapa jutakah benda langit di jagad raya ini yang mirip atau lebih dekat sama persis dengan bumi kita, apakah Tuhan hanya menciptakan benda langit yang dapat dihuni oleh makhluk seperti kita ini hanya terdapat dibumi yang kita ketahui selama ini, atau di belahan jagad raya ini juga terdapat suatu kehidupan yang sama persis dengan bumi kita atau mungkin peradaban nya lebih maju dari kita??..makhluk cerdas dari luar bumi yang sampai saat ini tidak pernah surut diperbincangkan oleh banyak ilmuwan…

Bulan.., semuanya pasti kenal dengan benda mungil ini, benda mungil yang slalu kita liat menemani malam malam kita, slalu menampakkan wajah cantikkya menghibur makhluk bumi yang dalam kegelapan dan kesepian, tapi asal tau aja, wajah bulan yang selama ini kita liat hanya separuh dari bagiannya, sedangkan separuhnya lagi kita tidak pernah melihatnya, Bagian bulan yang terlihat dari bumi/menghadap bumi itu tidak pernah berubah.

Dalam pencarian jejak kehidupan cerdas di luar Bumi Bulan memang masih penuh dengan misteri. kita belum memahami sisi gelapnya bulan yang tak terlihat itu. Dikatakan, pada sisi gelap bulan itulah berkembang suatu kehidupan cerdas. Nampaknya, para makhluk-makhluk tersebut sangat strategis dalam memilih tempat untuk membangun pusat peradaban mereka disana, karena tidak mudah terpantau dari bumi. Ufology menyebut pangkalan makhluk-makhluk itu sebagai “Luna”. Sejak misi Apollo pertama yang mendarat di bulan (Apollo 11), makhluk-makhluk itu seakan-akan tidak menyukai kedatangan manusia kesana. Itu ditandai dengan selalu munculnya benda-benda terbang misterius yang selalu mengikuti dan seperti menghalangi jalannya pesawat-pesawat ruang angkasa seperti 7 misi Apollo dan beberapa misi Gemini ke Bulan.

Dunia Ufology, mengatakan ada sebuah pangkalan makhluk asing di Bulan yang sangat rahasia. Walaupun masih sebatas spekulasi, tanda-tanda akan hal ini pernah dialami oleh sebagian daripada kita yaitu para Awak Apollo yang mengunjungi bulan. Dari 7 misi Apollo ke Bulan ( Apollo 11 – 17 ), hanya Apollo 13 lah yang mengalami kegagalan akibat terjadinya kebocoran modul servis yang menyebabkan hilangnya persediaan oksigen, air, listrik, dan fungsi mesin. Beruntung para Astronot Apollo 13 semua dapat terselamatkan. Saat mengunjungi bulan, terdapat beberapa kejadian aneh yang dialami oleh para astronot Apollo. Nampaknya ada yang merasa terusik oleh kedatangan mereka kesana, dan itu ditandai dengan munculnya serangkaian kejadian-kejadian aneh dan ganjil pada saat para Astronot mendekati satelit alami bumi itu. Benarkah ada suatu pangkalan kehidupan cerdas di bulan yang sangat misterius?

Sebenarnya, kecurigaan-kecurigaan mengenai adanya kehidupan makhluk cerdas di bulan ini sudah dapat teramati fenomenanya oleh manusia di bumi. Laporan banyak berdatangan dari para ahli perbintangan maupun para peminat astronomi dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Dedi Suardi contohnya, tatkala mengamati bulan dengan teleskopnya, pria yang dikenal sebagai seniman, penulis dan peminat serius astonomi ini menyaksikan kejadian aneh di permukaan bulan. Pada saat ia mengamati bulan dengan teropong bintang Calestron Catadiotric yang berdiameter 8 ichi, ia tiba-tiba melihat benda hitam mirip anak panah yang dengan gesitnya hilir mudik dari ujung tanduk bulan ke ujung tanduk yang lain. Lebih fantastis lagi, guna mencapai sisi bulan yang lain, benda aneh itu hanya memerlukan waktu 1/2 detik!!kejadian ini berlangsung satu jam sebelum lenyap dari pandangan teleskop. Munculnya beberapa obyek-obyek misterius di sekitar bulan juga sempat dilaporkan oleh para pakar perbintangan Amerika dan Perancis jauh sebelum misi Apollo dilaksanakan yaitu ditahun-tahun disepanjang 1920 – 1930 an. Disepanjang era itu, memang kerap muncul laporan dari para ahli perbintangan mengenai munculnya segerombolan benda-benda terbang yang bersinar dan bergerak hilir mudik di sekitar bulan. Bahkan laporan-laporan tersebut sempat menghiasi surat kabar dan jurnal-jurnal disepanjang tahun tersebut.

Obyek Terbang bercahaya yang Berhasil Diabadikan oleh Astronot Apollo 14

Hal yang semakin menggairahkan para peminat astronomi termasuk ufology adalah ketika munculnya laporan mengenai adanya sebuah “jembatan” misterius dipermukaan bulan sepenjang beberapa mil yang disaksikan oleh seorang ahli perbintangan terkenal John O’Neill. Pada tanggal 29 Juli 53, ia memang menyaksikan obyek “jembatan” aneh yang memanjang 12 mil di daerah Mare Crisium Bulan. Namun entah mengapa, beberapa hari kemudian jembatan aneh tersebut menghilang. Apakah benar makhluk-makhluk cerdas itu membongkarnya dengan sebab jembatan itu terlalu mencolok sehingga dapat dengan mudah diamati oleh manusia di Bumi?
(mengingat letaknya juga tidak pada “dark side” dari bulan itu sendiri)

Sementara kesaksian O’Neil tersebut banyak dicemooh oleh para astronom lain, muncullah kesaksian pakar bulan nomor wahid dari Inggris H.P.Walkins, yang menandaskan bahwa ia pun menyaksikan jembatan aneh yang tiba-tiba muncul itu!! Setelah itu, Patrick Moore, anggota British Astronomical Association, juga melihat jembatan di Bulan yang menghubungkan satu gunung dengan gunung lainnya di dataran Mare Crisium/ Sea of Crysis. Yang lebih aneh lagi, 84 tahun sebelum kesaksian O’Neill, Swift dari Matton II, menyaksikan obyek-obyek yang bergerak melintasi bulan pada tanggal 7 Agustus 1869, dua puluh menit sebelum terjadi gerhana matahari total. Bahkan lima tahun sesudahnya, tepatnya pada tahun 1874, Monsieur Lemey, pakar langit dari Perancis, melaporkan bahwa dirinya melihat objek-objek yang jumlahnya sangat banyak, berwarna hitam, berbondong-bondong melintasi permukaan bulan.

Seorang astronomer Jerman bernama J.H. Schroeter, yang hampir sepanjang hidupnya mengabdikan diri pada pembuatan peta Bulan, pada tanggal 26 September, 1788, melihat sebuah sinar cerah keputihan, persis seperti bintang, tiba-tiba berkilauan disekitar puncak-puncak dipermukaan bulan Alps dekat kawah atau kepundan Plato. Sinar itu terus menerus memancar kira-kira lima belas menit untuk kemudian hilang. Terang sinar ini tidak mungkin berasal dari sebuah meteor.

Di Lowell Observatory di Arizona, pada tanggal 30 Oktober, 1963, seorang astronomer lain, John Greenacre menyaksikan sinar merah dipermukaan Bulan. Sinar itu menurut Greenacre amat kuat hingga “mirip dengan batu permata ruby yang besar.”
Baru-baru ini sebuah survey mengenai buku buku dan laporan astronomer membuktikan bahwa telah dibuat 400 laporan mengenai kejadian bulan yang aneh seperti itu dalam suatu periode yang lebih panjang dari 400 tahun. Study cermat ini dilakukan oleh dua orang astronomer terkemuka, Patrick A. Moore dari Armagh Planetarium di Irlandia Utara, dan Barbara M. Middlehurst, dari Lunar Anda Planetary Laboratory, University of Arizona.

Faktanya, dari seluruh kejadian misterius di bulan yang berhasil diamati dari bumi ialah cahaya-cahaya aneh dan misterius tersebut berasal dari daerah Mare Crisium, daerah yang tepat sama dengan munculnya jembatan besar yang dilihat oleh O’Neill dan H.P. Wilkins pada tahun 1950-an. Berlusin-lusin astronomer melihat cahaya-cahaya yang kerap membentuk formasi-formasi geometri ini, seakan-akan ada suatu kecerdasan yang mengendalikannya.

Obyek terbang bercahaya yang berhasil diabadikan Astronot Apollo 15 di Bulan

Lalu, Adakah sinyal-sinyal membingungkan yang telah mereka kirimkan kepada kita untuk menegaskan bahwa mereka benar-benar eksis?

Suatu hal yang menarik dari pertanyaan diatas ialah bahwa pada periode tahun 1927 – 1934 , dimana pada saat itu merupakan masa permulaan dari teknologi radio kita. Ada beberapa sinyal-sinyal misterius yang berhasil ditangkap di sekitar bulan. tanda-tanda radio ini berhasil ditangkap oleh beberapa penyelidik radio. Salah satu tanda ini berhasil diterima oleh Marconi Tesla.


Di tahun 1956, kembali diterima sinyal-sinyal misterius yang diterima oleh para astronom di Ohio University. Sinyal-sinyal membingungkan ini dikatakan dikirimkan oleh suatu obyek yang bergerak sangat cepat menuju ke Bulan, dan obyek ini berhasil diamati oleh para astronom, baik di Ohio University maupun beberapa astronom Inggris. Tak bisa dimengerti, apa arti dari sinyal-sinyal yang mereka kirimkan kepada kita ini?

Astronot pertama yang melihat UFO ketika sedang mengorbit adalah Mayor Gordon Cooper, selama misi penerbangan mercury 21 orbit dengan Faith 7 (15 Mei, 1963). Ketika sedang melakukan orbit yang keempat dan persis berada diatas Hawaii, ia melaporkan mendengar transmisi suara yang aneh yang dinamakannya “bahasa asing yang tidak dipahami”. Ternyata ,suara itu memotong channel VHF yang khusus ditujukan untuk penerbangan angkasa luar. ‘Suara yang direkam itu ternyata tidak cocok dengan bahasa apapun yang terdapat didunia ini. Akhirnya terbukti bahwa suara itu tidak diucapkan oleh lidah bangsa apapun didunia ini, Akhirnya terbukti bahwa suara itu tidak diucapkan oleh lidah bangsa apapun di dunia ini, tapi di katakan berasal dari lidah yang sama sekali asing bagi dunia kita ini. Walaupun para ahli NASA telah memutar kembali rekaman itu berkali-kali mereka tetap tidak bisa menganalisa-nya, demikian menurut salah satu sumber yang bisa dipercaya.

Kemudian, hampir sebagian besar Astronot Apollo maupun Gemini melihat UFO pada saat memasuki orbit Bulan. Para Astronot Apollo selalu diikuti UFO pada saat perjalanan menuju bulan. Bahkan, ada foto-foto yang membuktikan hal ini semua, terutama foto sebuah UFO yang berhasil diabadikan oleh para astronot Apollo 14 dan 16. Beberapa foto juga memperlihatkan adanya benda-benda terbang misterius yang melayang-layang diatas para astronot di permukaan bulan.

Pada penerbangan Gemini 9 lebih mencenangkan lagi. Pernyataan yang dikeluarkan oleh NASA menyebutkan terjadi guncangan pada tubuh pesawat yang disebabkan oleh benturan obyek terbang berbentuk cakram. 

Tak hanya itu, bahkan pada misi sebelumnya Juni 1965, Mayor James McDivitt, dan pejalan diangkasa luar pertama, Mayor Edward White melihat dan memotret sebuah benda bercahaya berbentuk seperti telur yang mendekati kapsul Gemini 4 yang sedang diorbitkan. Para astronot menyaksikannya, namun tak mengerti sebenarnya benda apakah itu?

Misi Apollo 11 ke bulan juga ditandai dengan sambutan yang kurang bersahabat. Pada saat pesawat mendekati bulan, para astronot mendengar suara-suara radio aneh yang berbaur dengan siaran radio luar angkasa. Bahkan Mission Control dibuat bingung oleh hal ini.
Suatu laporan yang tidak terkonfirmasi menyebutkan bahwa pada waktu Buzz Aldrin membuka pintu setelah Apollo 11 mendarat di bulan, ia melihat makhluk transparan yang sedang memandangnya dari luar pesawat. Bahkan, ada suatu laporan dari anggota angakasa luar NASA, Otto Binder yang mengisahkan mengenai munculnya sebuah UFO di atas permukaan bulan. Aldrin dan Amstrong menyaksikannya. Binder melanjutkan kisahnya dengan laporan yang mengejutkan dan hampir tidak bisa dipercaya ini : “Agaknya ketika kedua astronaut Aldrin dan Armstrong sedang berputar beberapa jauh dari LEM, Armstrong mencengkam lengan Aldrin dengan bersemangat dan berseru : “Apa ini? Ya ampun, apa ini? Itulah yang ingin kuketahui.”

Pada misi Apollo 11, umat manusia di bumi yang diwakilkan oleh beberapa Astronot Apollo 11 dan Presiden Amerika Serikat saat itu Richard Nixon, telah menyapa para penghuni bulan (apabila memang benar ada) dengan salam hangat dan penuh kedamaian. Hal itu dilakukan oleh Niel Amstrong dan Buzz Aldrin yang menancapkan plakat yang telah ditanda tangani oleh mereka bertiga, bertuliskan demikian : ” Here man from Planet Earth First Set Foot Upon the Moon. July 1969 A.D. We Came in Peace for All Mankind ”

Itulah pesan dan salam yang kita tinggalkan kepada para penghuni bulan dan para penjelajah luar angkasa lainnya, agar kita dapat menandakan bahwa manusia bumi pernah mengunjungi bulan, kita datang dengan damai bagi mereka. Namun sepertinya para penghuni bulan belum sepenuhnya yakin akan pesan ini mengingat misi Apollo selanjutnya, mereka selalu mencurigai kedatangan kita kesana. Apakah mereka merasa terancam dan takut apabila manusia bumi membangun pusat penelitian dan menguasai tempat mereka tinggal?

Memandang bahwa di bulan terdapat suatu basis makhluk cerdas memang bukan tanpa dasar, sebab para astronaut menyaksikan benda-benda aneh itu. Bahkan sebagian besar ilmuwan yang obyektif harus mengakui bahwa terdapat kejadian yang tidak bisa diterangkan berlangsung di atas permukaan Bulan dan sekitarnya.
Bukti-bukti lain mengenai adanya sesuatu yang tak biasa di permukaan bulan adalah mengenai beberapa foto satelit yang berhasil diambil oleh pesawat ruang angkasa milik Amerika (NASA) dan Rusia. Dari beberapa striktur-struktur permukaan bulan yang berhasil diambil, terdapat obyek-obyek/struktur-struktur misterius yang hanya bisa dilihat apabila dilakukan perbesaran beberapa kali. Pesawat Ruang Angkasa Amerika Serikat, RANGER II yang mengabadikan lebih dari 200 lembar foto di permukaan bulan juga sempat menagkap gambar beberapa obyek terbang misterius yang melayang di sekitar kawah bulan.

Pada Misi Apollo 12 ternyata tidak lebih baik. Roket Saturnus yang besar mengangkut tiga astronaut Charles “Pete” Conrad, Dick Gordon dan Allan Bean, ke Bulan pada hari Jumat 14 Nopember, 1969, ternyata juga mengalami kejadian yang aneh. Waktu Apollo 12 baru saja berada pada ketinggian satu mil setengah di atas Bumi, ada suatu cahaya kilat yang menyerang secara tiba-tiba. Kejadian itu mengakibatkan semua peralatan listrik pesawat angkasa luar itu terhenti, meninggalkan baris demi baris ombak sirkuit besar yang tiba-tiba terbuka yang memancarkan nyala hijau terang.

Overloading menyebabkan peralatan fungsional lainnya tidak bekerja, semua sistim macet. Secara otomatis, sistim sel bahan bakar pesawat itu tiba-tiba terputus.
Untuk sejenak, seakan-akan semuanya akan musnah, tapi para astronaut tetap tenang dan kira-kira tiga menit kemudian semua kekuatan dan sistim pesawat pulih kembali. Dari mana asal datangnya kilat yang menyerang itu tetap menjadi misteri bagi para ahli angkasa luar kita.

 

Konsep bercinta di luar angkasa tengah marak dibicarakan. Apalagi, jika suatu saat nanti manusia harus meninggalkan Bumi karena sudah tidak layak untuk dihuni, kita tetap perlu menghasilkan keturunan. Bahkan saat kita sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggal yang baru itu.

Akan tetapi, sejauh mana peluang untuk mendapatkan keturunan saat manusia telah meninggalkan planet bumi ini?

Dari penelitian yang dilakukan sejumlah ahli, tampaknya hal tersebut sulit terjadi. Pasalnya, ruang angkasa sendiri sebenarnya merupakan sebuah sistem kontrasepsi yang sangat besar.

Hasil penelitian khusus seputar seks di ruang angkasa menyimpulkan bahwa radiasi kosmik akan membombardir tubuh manusia dengan kuantitas yang besar selama perjalanan di luar angkasa. Selain itu, tinggal di Mars, misalnya, dalam waktu yang lama akan menurunkan jumlah sel sperma.

Janin yang sudah terbentuk tidak akan berkembang secara sempurna di lingkungan ruang angkasa. Meski saat ini ruang di pesawat angkut telah dilengkapi dengan pelindung radiasi yang lebih baik, tetap saja itu tidak cukup untuk melindungi zigot untuk berkembang.

Jika bayi berhasil keluar dari kandungan, peluang bayi itu mengalami cacat yang diakibatkan oleh radiasi sangat besar.

Dan masalah tidak hanya sampai di situ. Dari penelitian terhadap hewan yang dikirim ke luar angkasa, imbas radiasi bisa membunuh sel telur pada janin. Bayi akan terlahir dalam kondisi mandul. Artinya, itu akan mempersulit umat manusia berkembang di planet baru itu nantinya.

Menurut Richard Jennings, pakar medis ruang angkasa asalh University of Texas, astronot memang terbukti tetap mampu membuahi pasangannya setelah ia kembali ke Bumi. Akan tetapi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap astronot yang menunaikan misi di luar angkasa dalam periode waktu lebih lama.

Dari sisi teknis, masih ada tantangan bagi manusia yang ingin menunaikan tugasnya di luar angkasa. Kostum ruang angkasa saat ini cukup berat dan tidak menyediakan banyak kemudahan untuk bercinta. Sayangnya, manusia tetap perlu menggunakan pakaian khusus.

Alasannya, dalam kondisi tanpa gravitasi, keringan atau cairan lain yang keluar dari tubuh berpotensi dapat merusak perangkat elektronik pesawat. Apalagi ditambah dengan kenyataan bahwa manusia lebih berkeringat saat di luar angkasa.

Beberapa pakar melontarkan ide untuk membuat ‘ruang intim’ yang dipenuhi dengan titik-titik air dingin atau minyak beraroma pada pesawat luar angkasa agar turis yang melancong ke luar Bumi dapat meningkatkan hasrat bercinta mereka.

Namun demikian, tetap saja ada hambatan lain yang telah disiapkan ruang angkasa. Mekanisme tubuh manusia tidak memungkinkan itu terjadi. Sebagai informasi, gravitasi mikro atau tanpa gravitasi menurunkan tekanan darah manusia. Akibatnya, penis pria tidak akan dapat ereksi secara penuh.

Jika manusia ingin mendiami planet lain, antariksawan harus melakukan perubahan besar-besaran pada pesawat ruang angkasa agar penjelajah di masa depan bisa bertahan lebih lama di luar angkasa dan mampu menunaikan tugas alaminya.

Ukiran alien di Mastaba Ptah Hotep ?

Posted by BaronNight On 5:13 AM 0 comments

 Jika kita tidak mendapat gambaran yang jelas mengenai sebuah persoalan, maka kita akan dituntun menuju kesimpulan yang salah. Contohnya adalah kasus ukiran alien bermata besar di Mastaba Ptah Hotep, Saqqara, Mesir.


Sejak lama, sebagian orang percaya bahwa bangsa Mesir purba adalah keturunan alien. Piramida adalah buktinya. Karena menurut mereka mustahil manusia tanpa teknologi canggih dapat membangun struktur semegah itu.

Beberapa hari setelah saya menulis soal ukiran helikopter di Abydos, seseorang mengirim email ke saya dan bertanya mengenai ukiran ini. Apakah ukiran ini benar-benar ukiran alien ?

Sebenarnya, wahai para pembaca, saya merasa tidak enak hati. Karena saya dianggap punya kebiasaan menyangkal bukti-bukti teori alien masa purba. Tapi percayalah, saya tidak bermaksud menyangkal teori alien masa purba. Yang selalu saya pertanyakan adalah bukti-bukti yang diajukan.

Bukankah bagus jika kita bisa memisahkan antara bukti yang hoax dengan yang sejati sehingga kita bisa berfokus hanya pada bukti yang sejati ? Saya rasa kalian pasti setuju.

Ini foto yang dimaksud. Ukiran ini terdapat pada mastaba (kuburan) Ptah Hotep di kompleks Necropolis Saqqara di Mesir.


Jika kalian melihat foto ini, pasti kalian akan mengambil kesimpulan bahwa foto ini benar-benar menyerupai alien dan bahwa bangsa Mesir purba memang dikunjungi oleh alien. Tapi. seperti yang saya katakan di paragraf pertama, jika kita tidak mendapat gambaran yang lebih jelas, maka kesimpulan yang diambil bisa salah.

Sekarang, saya akan menunjukkan foto dengan warna yang lebih jelas. Lihat perbedaannya.


Dengan melihat gambar yang lebih jelas, maka ukiran itu semakin tidak mirip dengan alien. Beberapa web yang saya temukan menyebut gambar itu adalah gambar persembahan kepada para dewa.

Tapi saya juga menyadari bahwa untuk meyakinkan kalian, saya tidak bisa hanya menunjukkan gambar yang lebih jelas itu. Harus ada bukti yang lebih konkret. Lagipula, saya percaya, bagi sebagian pembaca, ukiran itu masih terlihat seperti alien bermata besar.

Jadi saya kembali menyusuri ukiran-ukiran lain yang ada di dinding Saqqara untuk mencari petunjuk. Kebetulan saya pernah dihadiahi sebuah buku mengenai Mesir oleh seorang teman yang baru kembali dari Mesir. Buku itu berjudul All of Egypt karangan EB Bonechi. Di dalamnya saya bisa melihat ukiran-ukiran lain di dinding mastaba Ptah Hotep di Saqqara dengan lebih jelas.

Sambil menyusuri gambar-gambar ukiran lainnya, saya menemukan satu petunjuk yang saya rasa bisa menjadi bukti kuat bahwa ukiran itu bukan alien.

Lihat foto dibawah ini. Ukiran ini berada persis di atas ukiran "alien" tersebut (lihat gambar pertama).

Bisakah kalian melihat petunjuk itu ?


Petunjuk yang saya maksud adalah tanaman berwarna hijau di kiri atas foto yang menghadap ke bawah. Bisakah kalian mengenalinya ? Ini saya perbesar.


Belum bisa mengenalinya ? Oh ya, saya putar dahulu. Ini jadinya.


Nah, sekarang kalian bisa mengenalinya. Ya, tanaman itu mirip dengan kepala "alien" yang kita punya.


Menurut saya, bukti ini sudah cukup. Tapi jika kalian merasa tidak cukup, saya akan memberikan sedikit sentuhan terakhir.

Pertama, sebuah pikiran masuk ke dalam otak saya. Bangsa Mesir adalah bangsa yang sangat teliti. Mereka membangun piramida dan kuil dengan presisi yang sangat tinggi. Jika Tanaman hijau itu sama dengan kepala "alien" yang kita punyai, maka saya rasa jumlah kelopak bunga yang ada pada kedua ukiran seharusnya juga sama banyak.

Jadi saya berusaha mencari tahu apakah pemikiran saya benar atau salah. Saya menghitung jumlah kelopak bunga pada kedua ukiran. Ya, masing-masing ada sembilan helai. Keduanya ternyata merupakan objek yang sama.

Jadi kepala "alien" kita ternyata adalah sekuntum tanaman yang ditaruh di sebuah pot. Lihat lehernya, bukankah mirip dengan leher sebuah pot.

Sekarang, walaupun buktinya sudah cukup kuat bahwa ukiran itu bukan alien, saya masih penasaran. Tanaman apa sih yang sampai bisa menyebabkan salah paham seperti itu ?

Saya menjelajahi google dan menemukan jawabannya. Tanaman itu ternyata adalah tanaman teratai. Ini adalah cuplikan gambar dari answers.com. Tanaman kita ada di kiri bawah. Bahkan kalian bisa melihat kelopaknya juga berjumlah sembilan.



Lalu, di web cgi.ebay, saya menemukan sebuah lukisan yang menunjukkan ratu Nefertari mempersembahkan bunga teratai yang sama kepada dewi Isis.


Jadi, website pertama yang saya temukan yang mengatakan bahwa ukiran itu adalah ukiran persembahan ternyata benar adanya.

Saya tidak tahu, apakah foto ukiran ini sengaja dikaburkan untuk membuat kita percaya ? ataukah ini hanya semata faktor ketidaksengajaan dan ketidaktahuan ?

Kalian pasti tahu bahwa saya selalu menerima teori apapun yang diajukan oleh orang lain asalkan bukan didasarkan pada bukti hoax. Jika bukti itu adalah sebuah hoax, maka tidak layak untuk dipikirkan.

Seperti yang saya katakan pada awalnya, Jika kita tidak mendapat gambaran yang jelas mengenai sebuah persoalan, maka kita akan dituntun menuju kesimpulan yang salah.