Showing posts with label Piramida. Show all posts
Showing posts with label Piramida. Show all posts

 

 Ukiran batu yang sudah tersembunyi selama 600 tahun berhasil ditemukan pada makam uskup abad pertengahan di Katedral Dunkeld, Skotlandia. Diduga milik Uskup Cardeny dari abad ke-15.

Penemuan ukiran batu yang menunjukkan gambar beberapa tokoh suci ini memberikan cahaya baru bagi sejarah situs. Memberi informasi bahwa makam di beberapa titik telah dipindah dari lokasi aslinya dan dibangun ke arah dinding

Colin Muir, ahli konservasi batu di Historic Environment Scotland (HES) yang memimpin penelitian, menyatakan: "Penemuan tersebut sangat langka. Ukiran tersembunyi di makam Uskup Cardeny dari abad ke-15 ini akan memperkaya pemahaman kita tentang sejarah Katedral Dunkeld dan seni ukiran batu abad pertengahan."

"Penemuan tersebut juga memberikan alasan segar mengapa kita harus melakukan eksplorasi lebih lanjut. Terutama untuk mengetahui kapan tepatnya makam itu dipindahkan, beserta alasannya. Mungkin ada detail tersembunyi lainnya yang tersimpan di dalam dinding belakang makam," tambah Muir.

Penelitian yang lebih mendalam kini sedang dilakukan menggunakan teknologi fotogrametri 3D yang mutakhir.

Model 3D yang lebih detail, diciptakan dengan mengumpulkan beberapa gambar menggunakan kamera dan cermin. Cara itu memungkinkan para peneliti melihat ukiran dengan lebih dekat.

Dengan adanya konservasi lebih lanjut, Muir berharap, ia dan timnya dapat segera mengungkap rahasia dari ukiran tersebut.

Diketahui bahwa situs Katedral Dunkeld tersebut telah lama menjadi pusat kegiatan gereja yang penting. Buktinya, peninggalan St Columba dibawa ke sana dari Iona, oleh Raja Kenneth McAlpin pada 849.

Sementara itu, makamnya dibangun pada 1420 sebagai tempat peristirahatan terakhir Cardeny, uskup terlama di katedral tersebut. Cardeny mulai menjadi uskup pada 1399 dan dipilih langsung oleh Paus Benedict VIII.


Apakah Alien Benar-Benar Ada?

Posted by BaronNight On 4:49 AM 0 comments


Alien hingga kini masih menjadi misteri. Pasalnya, meski diyakini oleh beberapa orang ada, tetapi makhluk luar angkasa ini belum pernah benar-benar ditemukan. Namun, bagaimana orang yang pernah pergi ke luar angkasa meyakini keberadaan alien?

Jeff Hoffman, seorang astronot badan antariksa AS (NASA) meyakini adanya kehidupan lain di alam semesta. Hoffman sendiri pernah melakukan lebih dari lima misi di antariksa dan menghabiskan 1.211 jam hidupnya di luar angkasa. "Saya percaya ada kehidupan di tempat lain di alam semesta," ungkap Hoffman dikutip dari Mashable, Sabtu (24/03/2018).

Seperti yang kita tahu, hanya 600 orang dari sekitar 108 miliar penduduk bumi yang telah menjelajah luar angkasa. Beberapa dari astronot tersebut kemudian duduk bersama dalam sebuah konferensi di Los Angeles dengan pembuat film Darren Aronofsky. Mereka berkumpul bersama untuk membuat video bertajuk One Strange Rock yang ditayangkan di National Geographic pada Senin (26/03/2018).

Dalam konferensi tersebut, mereka membahas kehidupan di bumi yang ajaib. Bayangkan saja, makhluk di bumi memiliki keunikannya sendiri. Contohnya, organisme bersel satu yang muncul dari bahan anorganik, yang berevolusi karena terlindung oleh medan magnet bumi dan ozon serta oksigen dan air yang mendukung.

"Anda melihat semua sistem ini... dan ini menakjubkan, semua hal harus bersatu untuk mewujudkan realitas besar ini," kata Aronofsky. Meski begitu, pertanyaan apakah alien benar-benar ada sangat sulit untuk dijawab. Apalagi alam semesta angat besar sehingga untuk menemukan alien mungkin susah.

"Kami pada dasarnya telah membuktikan bahwa setiap bintang memiliki planet," ujar Chris Hadfield, seorang astronot dari Kanada. "Lalu kamu mulai menghitung perkiraannya," imbuh pria yang telah menghabiskan 4.000 jam di luar angkasa itu.

Sayangnya, perhitungan tersebut juga sulit. Lagi-lagi masalahnya adalah betapa luasnya alam semesta. Jadi, perhitungannya pun disesuaikan dengan ukuran alam semesta.

Menurut astronot David Korneich, dalam batasan alam semesta yang teramati saja, mungkin ada septiliun bintang. Jika setiap bintang memiliki setidaknya satu planet, maka tampaknya tak terbayangkan bahwa tak ada kehidupan di tempat lain. "(Tetapi tetap saja) kami harus memikirkan berbagai hal untuk menemukan bukti," kata Mae Jamison, astronot wanita Afrika-Amerika di luar angkasa.

Meski percaya ada kehidupan lain di luar bumi, Hoffman juga terus mencari bukti. "Sebagai ilmuwan, saya mencari bukti," ujar profesor aeronautics dan astronautics di MIT teresebut. "Sampai sekarang, kita tidak punya bukti. Jadi saya tidak punya apapun untuk mendukung keyakinan saya. Tapi saya masih percaya," imbuhnya.

Hingga kini, kita tahu bahwa para ilmuwan dunia terus menerus menemukan bukti bahwa kehidupan bisa ada di tempat yang tak mungkin sekalipun. Salah satunya di Etiopia. Di negara tersebut, para peneliti menemukan bakteri yang hidup di danau asam. Bakteri tersebut bahkan hidupnya tergantung pada logam berat dan tidak membutuhkan oksigen.

Ini menjadi salah satu dugaan bahwa bisa jadi di suatu yang jauh dari bumi, ada kehidupan yang hadir. Mungkin saja ada sesuatu yang hidup di bawah es bulan Jupiter. "Kehidupan cenderung umum, tetapi rumit. Kehidupan cerdas sangat langka," ujar Hadfield.

Bintang Zombie yang Enggan Mati

Posted by BaronNight On 12:16 AM 0 comments


Bintang-bintang termasif mengakhiri kisah hidupnya dengan cara yang paling dramatis. Bintang-bintang itu menerangi langit dengan ledakan yang kecerlangannya melampaui kecerlangan galaksi dan kedahsyatannya mampu melontarkan jeroan bintang ke ruang angkasa. Saat material dari ledakan itu akhirnya mengendap, yang tersisa hanyalah inti dari objek yang dahulu merupakan raksasa kosmik. Kini inti itu telah runtuh.

Ledakan ini disebut supernova. Selama bertahun-tahun, ribuan supernova telah diamati dan diteliti oleh astronom seperti Iair Arcavi. Oleh karena itu, ketika pada tahun 2014 Iair menemukan supernova baru, ia tidak berprasangka apa-apa. Sebagaimana supernova lainnya, supernova yang satu ini menerangi langit malam dalam waktu yang singkat, sebelum akhirnya meredup. Karena peristiwa ini tampaknya akan berakhir, Iair beralih ke penelitian lain.

Beberapa minggu kemudian, Iair kembali memeriksa bintang yang meredup itu dan terkejut saat melihat bintang itu bertambah terang. Tak disangka-sangka bintang itu seakan-akan meledak untuk kedua kalinya.

Selama dua tahun kemudian, Iair dan timnya terpana saat bintang itu memecahkan rekor. Selama 600 hari, bintang tersebut menjadi terang dan meredup sebanyak lima kali. Bintang itu meledak berkali-kali! Selain itu, setelah menyelidiki masa lalu si bintang, diketahui bahwa bintang tersebut ternyata pernah meledak lebih dari 60 tahun lalu.

Jadi, apa yang terjadi sebenarnya? Sejujurnya, tak seorangpun yang tahu. Tebakan terbaik adalah ledakan-ledakan itu tidak disebabkan oleh keruntuhan bintang seperti supernova pada umumnya, tapi karena bintang itu mulai membuat materi aneh yang disebut “antimateri.” Ketika antimateri bersentuhan dengan materi normal di dalam bintang, terjadilah ledakan dahsyat. Akibatnya, bintang tersebut menjadi terang lagi dan lagi.

Namun, seperti dongeng-dongeng lainnya, kisah bintang ini telah mencapai bagian akhir. Setelah 600 hari, bintang malang dan kehabisan energi ini tak lagi mampu menampilkan pertunjukan kembang api kosmik. Setelah ledakan terakhir, bintang ini akan meredup selamanya.

 


Baru-baru ini, para peneliti menemukan bahwa harimau Tasmania telah ada jauh sebelum manusia berburu hewan marsupial dan memecahkan teka-teki kepunahannya.

Temuan yang dipublikasikan pada hari Selasa (12/12/2017) tersebut menunjukkan bahwa harimau ini memiliki kondisi genetik yang buruk selama ribuan tahun sebelum punah.

Para ilmuwan memetakan secara genetik hewan dikenal sebagai thylacine ini menggunakan gen dari sampel seekor anakan yang disimpan selama lebih dari satu abad lalu di dalam toples.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology and Evolution ini mengungkapkan bahwa makhluk tersebut mulai mengalami penurunan keragaman genetik lebih dari 70.000 tahun yang lalu.

Hal itulah yang membuat mereka kurang tahan terhadap perubahan lingkungan

"Harapan kami adalah ada banyak thylacine yang bisa memberi tahu tentang basis genetik dari kepunahan mereka untuk membantu spesies lain," kata Andrew Pask, co-author penelitian ini dikutip dari AFP, Selasa (12/12/2017).

Pask juga menambahkan bahwa penelitian ini membuka peluang para ilmuwan mengkloning harimau Tasmania dan membawanya kembali dari kepunahan.

"Karena genom ini adalah salah satu spesies yang paling lengkap untuk spesies yang sudah punah, secara teknis ini merupakan langkah pertama untuk \'membawa thylacine kembali\', tapi kita masih jauh dari kemungkinan itu," sambungnya.

Harimau Tasmania sendiri pernah tersebar luas di seluruh Australia. Sayangnya, hewan ini telah hilang dari daratan sekitar 3.000 tahun lalu.

Kemungkinan besar, hal itu disebabkan oleh kekeringan. Mereka sebelumnya dapat bertahan di negara bagian Tasmania selatan hingga 1936.

Harimau Tasmania terakhir diketahui mati di penangkaran Kebun Binatang Hobart.

Para ilmuwan menemukan, genetika hewan tersebut lebih dekat dengan sesama marsupial Australia, Tasmanian devil (Sarcophilus harrisii), dibandingkan dingo (anjing asli Australia) yang berbagi ciri fisik yang mirip.

Harimau Tasmania. (Tasmanian Museum and Art Gallery)
Kemiripan fisik dua hewan tersebut adalah contoh terbaik dari apa yang oleh para ilmuwan disebut "evolusi konvergen". Artinya, kedua hewan yang berhubungan jauh tersebut berevolusi untuk terlihat serupa dengan beradaptasi pada lingkungan yang sama.

Dalam kasus harimau Tasmania dan dingo, kepala dan tubuh mereka berkembang dengan cara yang sama karena teknik berburu mereka. Oleh karena itu, harimau Tasmania sering kali dikenal sebagai anjing karena penyimpangan genetis pada 160 juta tahun lalu.

"Ketika kita melihat dasar evolusi konvergen ini, kami menemukan bahwa sebenarnya bukan gen itu sendiri yang menghasilkan tengkorak dan bentuk tubuh yang sama, namun daerah kontrol di sekitar mereka yang \'menghidupkan dan mematikan\' gen pada tahap berbeda dalam pertumbuhan," ujar Pask.

"Ini mengungkapkan keseluruhan pemahaman baru tentang proses evolusi. Sekarang kita dapat mengetahui genom ini untuk membantu memahami bagaimana dua spesies berkumpul pada tampilan yang sama, dan bagaimana proses evolusi bekerja," tutupnya.

Ada Piramida Di Segitiga Bermuda

Posted by BaronNight On 3:37 AM 0 comments

 Belum lama ini, beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang, berada dibawah ombak yang menggelora! Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter. Jika bicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan halimun pada permukaan laut. Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.



Bagaimanakah orang dulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka. Ada juga yang curiga bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, dia (Piramida) bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui.dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.


“Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai seakrang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang , sudah bersejarah puluhan juta tahun. Namun dibanyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.