Raut planet kita tidak selalu sama sejak awal ia layak untuk dihidupi makhluk. Lempengan-lempengannya terus bergerak hingga hari ini dalam waktu yang sangat lambat, serta tak jarang juga terjadi patahan dan tumbukkan benua.

Patahan membuat pulau atau benua jadi terpisah dari induknya, sedangkan tumbukkan menghasilkan benua besar dan di area tumbukkan itu menjadi pegunungan yang menjulang. Misalnya, India pada masa purba bergabung dengan Afrika yang lambat laun berpisah dan akhirnya mendekati Eurasia dan menabraknya hingga menciptakan pegunungan Himalaya. Everest adalah gunung tertinggi di dunia yang muncul akibat aktivitas geologis ini.

Setidaknya, para ilmuwan mengetahui ada dua kali dalam sejarah planet kita memiliki jajaran gunung kuno yang menjulang setinggi Himalaya dan membentang hingga 8.000 kilometer di seluruh super benua. Para geolog menyebutnya sebagai "gunung-gunung super" dan memainkan peran penting dalam evolusi kehidupan awal bumi.

"Tidak ada yang seperti dua gunung super ini saat ini," ujar Ziyi Zhu, seorang mahasiswa pascadoktoral di the Australian National University yang menulis makalah terbarunya bersama tim tentang penjelasan pegunungan super di masa lalu.

"Bukan hanya ketinggiannya—jika Anda bisa membayangkan Himalaya sepanjang 1.500 mil (2.414 kilometer) tiga atau empat kali dipanjangkan, Anda mendapatkan gambaran terkait skalanya," lanjutnya dalam rilis.

Makalah mereka diterbitkan di jurnal Earth and Planetary Science Letters edisi 15 Februari. Makalah itu berjudul "The temporal distribution of Earth's supermountains and their potential link to the rise of atmospheric oxygen and biological evolution".

"Kami menyebut contoh pertama Gunung Super Nuna. Itu bertepatan dengan kemungkinan eukariota, organisme yang kemudian memunculkan tumbuhan dan hewan," jelasnya.

Nama gunung itu diambil dari nama benua super Nuna atau Columbia yang pernah ada sekitar 1,8 sampai 1,5 miliar tahun silam, atau era Paleoproterozoikum. Benua super ini berbeda dengan benua super Pangea yang terbentuk 300 juta tahun lalu antara era Paleozoikum dan Mesozoikum.

"Yang kedua, yang dikenal sebagai Gunung Super Transgondwana, bertepatan dengan kemunculan hewan besar pertama 575 juta tahun lalu dan ledakan Kambrium 45 juta tahun kemudian, ketika sebagian besar kelompok hewan muncul dalam catatan fosil," lanjut Zhu.

Para peneliti percaya bahwa ketika gunung ini terkikis seiring berubahnya lempengan, sejumlah besar nutrisi terbuang ke laut seperti fosfor dan besi. Nutrisi ini mempercepat produksi energi dan mendorong evolusi secara besar-besaran, tulis mereka.

Temuan ini didapatkan dari pengumpulan sejarah pegunungan bumi dan mempelajari mineral yang ditinggalkan oleh puncak-puncaknya. Mineral itu seperti kristal zirkon yang terbentuk di bawah tekanan tinggi jauh di bawah pegunungan yang berat, dan dapat bertahan lama walau gunung induknya lenyap. Setiap butir zirkon inilah yang mengungkap kapan kerak bumi dan mineralnya terbentuk.

"Yang menakjubkan adalah seluruh catatan pembentukan gunung lewat waktu yang sangat jelas. Ini menunjukkan dua tonjolan tajam besar ini: satu terkait dengan munculnya hewan dan yang lainnya dengan munculnya sel-sel besar yang kompleks," terang Jochen Brocks, rekan peneliti dan profesor di Research School of Earth Sciences, Australian National University.




 

Hamad, Raksasa Dubai

Posted by BaronNight On 12:35 AM 0 comments


Tiap anak yang bermain di pantai biasanya menuliskan namanya di pasir, dan tak lama kemudian tulisan itu terhapus oleh air laut. Namun tidak demikian dengan seorang tua yang kekanak kanakan yaitu Miliarder 63 tahun syekh Bin Hamad Hamdan Al Nahyan telah mengukir namanya HAMAD di pasir pulau pribadinya, Al Futaisi di Abu Dhabi Uni Emirat Arab, dengan huruf-huruf yang sangat besar, hingga terlihat dari angkasa. Huruf-huruf ini tingginya  1.000 meter (0,6 mil) dan lebarnyai 3,2 KM (2 mil).



Huruf-huruf ini digali begitu dalam dan membentuk sebuah jalur air buatan ketika terisi oleh air laut pasang. Sebagai anggota keluarga kaya raya penguasa negeri emas hitam, Hamad juga membangun sebuah piramida untuk garasi 200 mobil pribadinya. Tidak hanya itu, dia juga membangun truk terbesar di dunia, cukup besar untuk membangun empat kamar tidur di kabin. Dan tak ketinggalan, dia memiliki rumah mobil berbentuk seperti Bumi, yang ukurannya tepat satu per sejuta ukuran bumi ...


 Tak perlu dikatakan, Hamad tidak menggali namanya dengan ember dan sekop yang dia gunakan sendiri. Dia mengerahkan tim pekerja-Nya yang butuh waktu seminggu untuk menyelesaikannya. Dan menurut beberapa sumber, biaya yang harus dia bayar hanya untuk membuat namanya terlihat dari angkasa adalah sekitar 22 miliar dollar amerika..

Anda dapat melihat tulisan "Hamad" ini dengan mengetikkan koordinat "24,3442, 54,3255" ke Google Earth atau Google Maps.

Ossuary Sedlec adalah kapel Katolik Romawi kecil, terletak di bawah Church Cemetery of All Saints di Sedlec, pinggiran Kutná Hora di Republik Ceko. Osuarium tersebut diperkirakan berisi kerangka dari sekitar 40.000 orang, yang tulang-tulangnya secara artistik disusun sejak 1870 dan seterusnya oleh pemahat kayu Ceko dengan nama Frantisek etak.

Tulang-tulang dari 40.000 - 70.000 manusia yang telah disusun untuk membentuk dekorasi kapel, yang katanya sangat artistik, tapi ini artistik yg menyeramkan bahkan gila!

Osuarium ini adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Republik Ceko, menarik lebih dari 200.000 pengunjung setiap tahun. Di bawah ini Anda akan menemukan gambar dari tempat unik ini bersama dengan sejarahnya.

Osuarium adalah kuburan, bangunan, sumur, atau situs yang dibuat sebagai tempat peristirahatan terakhir dari sisa-sisa kerangka manusia. Mereka sering digunakan disaat lahan pekuburan langka.

Jasad mayat pertama kali dimakamkan di kuburan sementara, lalu setelah beberapa tahun sisa-sisa kerangka dipindahkan dan ditempatkan dalam sebuah osuarium. Penggunaan lahan tentu saja dapat dihemat oleh sebuah osuarium karena menyimpan sisa-sisa banyak kerangka dalam sebuah makam/bangunan tunggal bukan satu kerangka satu peti mati atau satu tempat kubur.


Selain Ossuary Sedlec, ada banyak contoh dari osuarium yang ditemukan di Eropa seperti: Santa Maria della Concezione dei Cappuccini di Roma, Italia, San Bernardino alle Ossa di Milan, Italia, Kapel Tengkorak di Czermna di Lower Silesia , Polandia, dan Capela dos Ossos (Kapel tulang) di kota Évora, di Portugal.

Desa Wamba di provinsi Valladolid, Spanyol memiliki sebuah osuarium yang mengesankan. Lebih dari seribu tengkorak di dalam gereja lokal, berasal dari abad 12 hingga abad 18. Contoh terbaru adalah ossuary Douaumont di Perancis yang berisi sisa-sisa lebih dari 130.000 tentara Perancis dan Jerman yang gugur pada Pertempuran Verdun selama Perang Dunia I.


Sejarah dari Ossuary Sedlec

Pada tahun 1142 sebuah biara Cistercian didirikan di Sedlec. Salah satu tugas utama dari para biarawan adalah mengolah tanah dan lahan di sekitar biara. Tahun 1278 Raja Otakar II dari Bohemia mengirim Henry, kepala biara dari Sedlec, dalam misi diplomatik ke Tanah Suci. Ketika meninggalkan Jerusalem, Henry membawa bersamanya segenggam tanah dari Golgota yang kemudian ia taburkan di atas pemakaman di biara Sedlec.

Karena itu, pemakaman ini menjadi terkenal, tidak hanya di Bohemia tetapi juga di seluruh Eropa Tengah. Banyak orang kaya yang ingin dimakamkan di sini, dan tanah pemakaman diperluas selama epidemi yang terjadi di abad ke-14 (misalnya, tahun 1318 sekitar 30 000 orang dimakamkan di sini) dan juga selama perang Hussite pada kuartal pertama abad 15.

Setelah 1400 salah seorang biarawan mendirikan Gereja All Saints dalam gaya Gothic di tengah kuburan dan di bawahnya sebuah kapel dibangun untuk menyimpan tulang-tulang dari kuburan yang dibongkar (yaitu, osuarium tersebut). Tulang-tulang yang kita lihat kini, disusun dari tahun 1870 dan merupakan karya seorang pemahat kayu Czech dengan nama Frantisek etak.

Kreasi paling menarik oleh etak adalah lampu gantung di tengah nave berisi semua tulang dari tubuh manusia, dua monstrans samping altar utama, dan lambang dari keluarga bangsawan Schwarzenberg di sisi kiri kapel.





 

Bukti dari Panspermia Ditemukan?

Posted by BaronNight On 3:57 AM 0 comments

 

Para peneliti mengklaim bahwa sebuah meteorit yang hancur dan jatuh di Sri Lanka pada bulan Desember tahun lalu memberikan bukti adanya kehidupan extra-terrestrial. Sebuah penelitian bersama oleh para ilmuwan dari Inggris dan Sri Lanka mengumuman penemuan fosil ganggang dalam sampel meteorit besar, yang segera dikumpulkan setelah hancur dan jatuh di desa Araganwila di Sri Lanka pada tanggal 29 Desember 2012. Mereka telah menyimpulkan bahwa data tentang "fosil" diatom memberikan bukti kuat untuk mendukung teori cometary panspermia - yang mengusulkan bentuk kehidupan yang dapat bertahan dari efek ruang angkasa, seperti extremophiles, dapat terjebak dalam puing-puing yang terlempar ke luar angkasa setelah terjadinya tabrakan antara planet yang memiliki kehidupan dan obyek kecil dari Tata Surya. Artikel rinci yang berjudul Fossil Diatoms in a New Carbonaceous Meteorite, baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of Cosmology.


Makalah penelitian ini mengklaim bahwa dalam gambar di atas "Kita jelas dapat mengidentifikasi obyek sebagai sebuah diatom dari mikrostruktur dan morfologi yang kompleks dan sangat teratur, struktur yang tidak dapat dihasilkan dari proses mineralisasi atau proses kristalisasi. Struktur fosil mineral dari diatom asli telah diawetkan utuh dan menampilkan kesamaan dekat dalam kelimpahan unsur dengan bahan sekitarnya".
Sebuah perbandingan antara gambar SEM diatom fosil dalam meteorit Polonnaruwa dengan diatom modern dari Sellaphora blackfordensis, semakin memperkuat argumen mereka. Gambar berikut menggambarkan perbandingan:

Selanjutnya, peneliti mengatakan bahwa kontaminasi sampel tidak mungkin terjadi karena struktur dalam meteorit tersebut dianggap sebagai objek yang terfosilkan dan tidak ada fosil diatom hadir di dekat permukaan bumi yang mencemari meteorit tersebut. Meskipun mungkin masih ada skeptis, mereka menyimpulkan bahwa identifikasi diatom fosil di meteorit Polonnaruwa membenarkan teori cometary panspermia.


PANSPERMIA

Panspermia (bahasa Yunani: πανσπερμία from πᾶς/πᾶν (pas/pan) "semua" and σπέρμα (sperma) "benih") adalah hipotesis bahwa kehidupan ada di seluruh alam semesta, karena disebarkan melalui meteoroid, asteroid, dan planetoid.

Menurut gagasan ini, kehidupan yang dapat bertahan dari pengaruh angkasa, seperti bakteri ekstremofil, terperangkap dalam puing yang dilontarkan ke angkasa setelah tubrukan antara planet yang memiliki kehidupan dengan Benda Kecil Tata Surya. Bakteri akan menjadi tidak aktif selama beberapa waktu, hingga puing bertabrakan dengan planet lain. Jika permukaan planet yang baru memiliki kondisi ideal, bakteri menjadi aktif, dan proses evolusi dimulai. Panspermia bukanlah teori untuk menunjukkan bagaimana kehidupan dimulai.

Gagasan yang berhubungan, tetapi terpisah, yaitu eksogenesis (bahasa Yunani: ἔξω (ekso, "luar") dan γένεσις (genesis, "asal usul")), merupakan hipotesis yang lebih terbatas. Hipotesis tersebut mengusulkan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari suatu tempat lain di tata surya.





Misteri Danau Vostok Antartica

Posted by BaronNight On 2:35 AM 0 comments




Sebuah laporan mengejutkan dari Departemen Pertahanan Rusia mengenai tim ilmuwan yang telah berhasil membor sedalam 3.768 meter ke Danau di bawah es terbesar dunia di benua Antartika, yang diyakini tak tersentuh selama lebih dari 20 juta tahun, menyatakan bahwa kamera video bawah air menemukan gambar "mencolok "dari apa yang diperkirakan adalah "swastika keemasan"  yang ukuran lebar dan panjangnya tidak kurang dari 100 meter. Ini menimbulkan spekulasi spekulasi ...

Menurut laporan ini, penemuan swastika bawah air dibuat pada tanggal 30 Januari setelah Departemen Pertahanan memerintahkan para ilmuwan yang telah bekerja pada proyek ini selama 20 tahun terakhir untuk "diam" atau tidak berkomunikasi sampai perangkat komunikasi terenkripsi yang sangat khusus dapat disampaikan kepada mereka. Hal ini memicu kekhawatiran di antara banyak ilmuwan di dunia yang mengira para ilmuwan rusia ini menghilang karena mereka tidak terdengar komunikasinya selama 5 hari.

Setelah para ilmuwan rusia ini menerima "perangkat" komunikasi baru, mereka mengeluarkan laporan pertama mereka kepada dunia melalui media negara Rusia RIA Novosti yang mengumuman misi bersejarah ilmuwan mereka ini sebagai berikut:

Spekulasi Pertama
"Diperkirakan bahwa menjelang akhir Perang Dunia II, Nazi mulai pergi ke Kutub Selatan dan mulai membangun basis di Danau Vostok. Pada tahun 1943, Grand Admiral Karl Dontiz pernah mengatakan "Armada kapal selam Jerman dengan bangga telah menciptakan sebuah benteng tak tergoyahkan untuk Fuehrer di ujung lain dari dunia," yaitu di Antartika.

Menurut arsip angkatan laut Jerman, beberapa bulan setelah Jerman menyerah kepada Sekutu pada bulan April 1945, kapal selam Jerman U-530 tiba di Kutub Selatan dari Pelabuhan Kiel. Awak kapal membangun sebuah gua es dan diperkirakan menyimpan beberapa kotak peninggalan dari Third Reich, termasuk file-file rahasia Hitler.

Juga dikabarkan bahwa kemudian kapal selam U-977 mengantarkan sisa-sisa jenazah Adolf Hitler dan Eva Braun ke Antartika untuk tujuan kloning DNA.

Kapal selam itu kemudian masuk ke pelabuhan Argentina Mar-del-Plata dan menyerahkan diri kepada pihak berwenang.

Danau Vostok adalah yang terbesar dari 140 lebih danau sub-glasial yang ditemukan di bawah permukaan Antartika. Es atasnya memberikan catatan iklim bumi yang kontinyu selama 400.000 tahun, meskipun air danau itu sendiri mungkin telah terisolasi selama 15 sampai 25 juta tahun. Danau ini terletak di bawah Stasiun Vostok Rusia di bawah permukaan lembaran es central east Antartika, yang berada pada ketinggian 3,488 meter (11.444 kaki) di atas permukaan laut. Permukaan danau air tawar ini sekitar 4.000 m (13.100 kaki) di bawah permukaan es, yang artinya permukaan danau ini berada pada  500 m (1.600 kaki) di bawah permukaan laut. Ukuran danau adalah 250 km (160 mil) panjang dan 50 km (30 mil) lebar pada titik terlebarnya, dan meliputi daerah seluas 15.690 km2 (6.060 sq mi), ini sama dengan luas daerah Danau Ontario, tetapi dengan volume tiga kali lebih besar.
nstitut Fisika Nuklir St Petersburg, Rusia, mengembangkan teknik pengeboran yang digunakan oleh ilmuwan Rusia yang melibatkan penggunaan freon dan kerosene untuk melumasi lubang bor dan mencegahnya dari runtuh dan mencair; 60 ton bahan kimia telah digunakan sejauh ini di atas es Danau Vostok. Negara-negara lain, khususnya Amerika Serikat dan Inggris, telah gagal membujuk Rusia untuk tidak mengebor ke danau sampai teknologi yang lebih bersih seperti pengeboran air panas tersedia.

Kepentingan Rusia di Antartika, terutama Danau Vostok, meningkat setelah Perang Dunia II ketika pada tahun 1947 Laksamana Amerika, Richard E. Byrd memimpin 4.000 pasukan militer dari AS, Inggris dan Australia dalam invasi ke Antartika yang disebut "Operasi Highjump" yang dilaporkan telah mengalami hambatan yang berat dari "piring terbang" Nazi dan harus membatalkan invasi.

Paling menarik untuk dicatat tentang misi Highjump adalah Operasi penerbangan solo Admiral Byrd menuju Kutub Selatan pada tanggal 19 Februari 1947 dimana ia mencatat dalam buku hariannya sebagai berikut:

"1000-Jam Kami menyeberang pegunungan kecil dan masih melanjutkan ke utara sebaik yang dapat dipastikan. Di luar pegunungan adalah apa yang tampaknya menjadi sebuah lembah dengan sungai kecil atau sungai berjalan melalui bagian tengah. Seharusnya tidak ada lembah hijau di bawah ini! Ada sesuatu yang jelas salah dan abnormal di sini! Kami seharusnya lberada diatas es dan salju! Di sebelah kiri tampak hutan besar tumbuh di lereng gunung. Instrumen navigasi kami masih berputar, giroskop berosilasi bolak-balik!

1005 Jam-saya mengubah ketinggian sampai 1.400 kaki dan berbelok ke kiri tajam untuk lebih meneliti lembah di bawah. Lembah ini hijau dengan lumut atau sejenis rumput merajut ketat. Cahaya di sini tampaknya berbeda. Aku tidak bisa melihat matahari lagi. Kami membuat belokan ke kiri lagi dan melihat apa yang tampaknya menjadi hewan besar di bawah kami. Tampaknya seekor gajah! BUKAN! Ini lebih mirip mammoth! Ini luar biasa! Namun, itu dia! Penurunan ketinggian sampai 1000 meter dan mengambil teropong untuk lebih memeriksa hewan itu. Telah dikonfirmasi - sudah pasti hewan itu seperti mammoth! Laporkan ini ke base camp.

1030 Jam- Sekarang Menghadapi hamparan lembah hijau. Indikator suhu eksternal terbaca 74 derajat Fahrenheit! Sekarang Melanjutkan menuju tujuan kita. Instrumen navigasi tampak normal sekarang. Saya bingung atas tindakan mereka. Mencoba untuk menghubungi base camp. Radio tidak berfungsi! "
Lihat semua transkripnya disini

Meskipun saat ini sengaja dikaburkan oleh Barat, pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler terobsesi dengan New Swabia (Jerman: Neuschwabenland) yaitu nama yang diberikan untuk daerah Antartika yang terletak antara 20 ° BT dan 10 ° W di Queen Maud Land yang ia percaya suatu hari nanti akan menjadi ibukota dunia dari "ras unggul"

Arsip Soviet memiliki banyak file yang merinci bahwa Nazi Jerman dan Amerika Serikat menjalin aliansi sebelum akhir Perang Dunia II yang memungkinkan Hitler dan para pengikutnya melarikan diri ke pangkalan Antartika mereka dengan imbalan teknologi Jerman, termasuk bom atom dan jet tempur canggih, roket dan teknologi piring terbang.



Tidak diketahui semua tetapi sedikit tentang teknologi piring terbang Nazi Jerman, adalah Dua orang Jerman yang bersaudara Walter Horten (1913-1998) dan Reimar Horten (1915-1994), yang tidak hanya menjadi pengikut setia Hitler, tetapi, juga, adalah insinyur pesawat terbang yang paling canggih di dunia yang tidak hanya menemukan "piring terbang", tapi, juga sengaja membuat insiden UFO Amerika pada tahun 1948 yang dikenal sebagai insiden Roswell dalam hubungannya dengan Soviet untuk membuat tidak ketidakstabilan di Amerika Serikat.


 

Categories: ,


Para ilmuwan telah merekonstruksi salah satu dampak asteroid terbesar yang pernah menghantam Bumi - dan mengatakan bahwa dampak ini enam kali lebih besar dari ledakan yang menyapu bersih dinosaurus.
Asteroid selebar 58 km diyakini telah menghantam Bumi 3,26 miliar tahun yang lalu, menciptakan fitur geologis yang unik yang ditemukan di wilayah Afrika Selatan yang dikenal sebagai sabuk batu hijau Barberton atau Barberton greenstone belt.

Para Peneliti mengatakan bahwa dampak ini menyebabkan lautan mendidih, langit terbakar, dan planet bumi bergetar selama 30 menit.


Tabrakan ini menghantam hingga ke kerak bumi dan menciptakan kawah yang diameternya mencapai 500 kilometer sekitar jarak dari Jakarta-Yogya, dan ini berarti dua setengah kali lebih besar dari diameter lubang yang dibentuk oleh asteroid yang memunahkan dinosaurus.
Gelombang seismik yang lebih besar daripada gempa bumi yang pernah tercatat, mengguncang planet ini selama sekitar setengah jam pada satu lokasi - sekitar enam kali lebih lama dari gempa besar yang melanda Jepang tiga tahun lalu.

Dampaknya juga memicu tsunami berkali-kali yang lebih besar dari tsunami aceh.

Meskipun para ilmuwan sebelumnya telah berhipotesis bahwa ada dampak kuno yang sangat besar, jauh lebih besar daripada yang mungkin telah mengeliminasi dinosaurus 65 juta tahun yang lalu, sekarang sebuah penelitian baru mengungkapkan kekuatan dan skala peristiwa maha bencana tersebut yang terjadi sekitar 3,26 miliar tahun yang lalu yang diduga telah menciptakan fitur geologi yang ditemukan di wilayah Afrika Selatan yang dikenal sebagai sabuk batu hijau Barberton .
Penelitian ini telah diterima untuk dipublikasikan dalam Geokimia, Geofisika, Geosystems, sebuah jurnal dari American Geophysical Union.


Asteroid yang besarnya- sekitar 58 kilometer - bertabrakan dengan planet ini pada kecepatan 20 kilometer per detik.

Sentakannya, lebih besar dari gempa berkekuatan 10,8,  mendorong gelombang seismik ratusan kilometer melalui Bumi, menghancurkan bebatuan dan memicu gempa bumi besar lainnya.

Tsunami yang mungkin setinggi ratusan bahkan ribuan meter - jauh lebih besar dari tsunami yang dihasilkan oleh gempa bumi manapun yang pernah tercatat - menyapu lautan yang menutupi sebagian besar bumi pada saat itu.

Formasi batuan di Barberton greenstone ditemukan oleh Donald Lowe seorang ahli geologi di Stanford University, satu dekade yang lalu, yang kemudian dianggap sebagai struktur yang diciptakan oleh dampak asteroid.

Asteroid ini menghantam Bumi ribuan km jauhnya dari Greenstone Belt Barberton, dan para ahli belum dapat menentukan lokasi yang tepat.

Model penelitian yang baru ini untuk pertama kalinya menunjukkan seberapa besar asteroid itu dan efeknya pada planet ini, termasuk kemungkinan inisiasi sistem lempeng tektonik yang lebih modern yang terlihat di wilayah tersebut.

Penelitian ini menandai pertama kalinya para ilmuwan memetakan dengan cara ini, dampak yang terjadi lebih dari 3 milyar tahun yang lalu, dan mungkin adalah dampak yang pertama kali yang dimodelkan yang terjadi selama periode ini dari evolusi bumi.

Dampaknya akan menjadi bencana bagi lingkungan permukaan .


Asteroid yang lebih kecil, yang memunahkan dinosaurus dan membentuk kawah Chicxulub, diperkirakan telah merilis energi lebih dari satu miliar kali lebih besar dari bom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki. Dampak yang lebih kuno sekarang diketahui merilis jauh lebih banyak energi, kata para ahli.

Dampak ini mungkin hanyalah salah satu dari lusinan dampak asteroid besar yang menghantam Bumi selama periode Akhir Heavy Bombardment, yaitu periode utama dampak yang terjadi pada awal sejarah Bumi - sekitar 3-4 milyar tahun yang lalu.

Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting untuk memahami sejarah awal Bumi dan bagaimana planet terbentuk.

Dampaknya mungkin telah mengganggu kerak bumi dan rezim tektonik yang menjadi ciri planet awal, yang mengarah ke awal sistem pelat tektonik yang lebih modern.

Barberton greenstone belt adalah area  seluas 100 kilometer kali 60 kilometer yang berada di sebelah timur dari Johannesburg dekat perbatasan dengan Swaziland. Lokasi ini berisi beberapa batuan tertua di planet ini.

Model ini didukung bukti dari formasi batuan dan fraktur kerak yang telah ditemukan di Barberton greenstone belt. Ini memberikan dukungan yang signifikan bagi gagasan bahwa dampak mungkin telah bertanggung jawab untuk perubahan besar dalam sistem tektonik.

 

Struktur Misterius di Dasar Laut Galilea

Posted by BaronNight On 1:17 AM 0 comments


Struktur misterius tersebut berbentuk kerucut, terbuat dari batu basalt besar dan beratnya sekitar 60.000 ton kata para peneliti. Yang membuatnya lebih berat daripada kebanyakan kapal perang modern.

Menjulang tinggi hampir 10 meter, struktur tersebut memiliki diameter sekitar 70 meter. Tampak seperti susunan batu raksasa, atau batu yang ditumpuk di atas satu sama lain. Struktur seperti ini dikenal di berbagai tempat lain di dunia dan kadang-kadang digunakan untuk menandai penguburan. Para peneliti tidak tahu apakah struktur yang baru ditemukan digunakan untuk tujuan ini.


Struktur ini pertama kali terdeteksi pada musim panas 2003, saat survei sonar di bagian barat daya dari laut galilea. Sejak itu banyak yang telah menyelam turun untuk menyelidiki, dan kemudian temuan itu ditulis dalam edisi terbaru International Journal of Nautical Archaeology.

"Pemeriksaan oleh para penyelam mengungkapkan bahwa struktur itu terbuat dari batu-batu basalt yang panjangnya sampai 1 m tanpa pola konstruksi yang jelas," tulis para peneliti dalam artikel jurnal mereka. "Batu-batu itu memiliki wajah alami tanpa tanda-tanda pemotongan atau pahatan. Demikian pula, kami tidak menemukan tanda-tanda pengaturan dari struktur ini."


Mereka mengatakan struktur itu adalah pasti buatan manusia dan mungkin dibangun di atas daratan rendah, yang kemudian ditutupi oleh Danau Besar Galilea saat tingkat air naik. "Bentuk dan komposisi struktur terendam tidak menyerupai suatu fitur alami. Oleh karena itu kami menyimpulkan bahwa itu adalah buatan manusia yang kita kenal sebagai cairn (tumpukan batu)," tulis para peneliti.



Berusia lebih dari 4.000 tahun?

Penggalian arkeologi bawah air diperlukan agar para ilmuwan dapat menemukan artefak yang terkait dan menentukan kapan struktur dibuat dan tujuannya dibuat, kata para peneliti.

Peneliti Yitzhak Paz, dari Israel Antiquities Authority dan Ben-Gurion University, percaya bahwa struktur itu bisa bertanggal kembali ke lebih dari 4.000 tahun. "Kemungkinan yang lebih logis adalah bahwa struktur itu dibuat pada milenium ketiga sebelum masehi, karena ada fenomena megalitik lainnya [dari waktu itu] yang ditemukan dekatnya," kata Paz dalam sebuah wawancara.

Para peneliti membuat daftar beberapa contoh struktur megalitik yang ditemukan di dekat Laut Galilea yang berusia lebih dari 4.000 tahun. Salah satu contoh adalah situs monumental dari Khirbet Beteiha, yaitu tiga lingkaran konsentris batu, yang terbesar diameternya adalah 184 meter, yang terletak sekitar 30 kilometer timur laut dari susunan batu yang terendam tersebut.

Sebuah kota kuno

Jika ide bahwa struktur tersebut dibangun di milenium ketiga SM ini benar, maka akan menempatkan struktur tersebut sekitar satu mil di sebelah utara kota yang peneliti sebut "Bet Yerah" atau "Khirbet Kerak."

Selama milenium ketiga SM, kota Khirbet Kerak adalah salah satu situs terbesar di wilayah itu dan adalah kota yang paling kuat dan paling kaya di wilayah ini dan bahkan di seluruh Israel.


Arkeolog Raphael Greenberg menjelaskan dalam sebuah bab dari buku "Kehidupan Sehari-hari, Materialitas, dan Kompleksitas dalam Masyarakat Perkotaan Awal dari Levant Selatan" (Eisenbrauns, 2011) disebutkan bahwa kota yang luasnya sekitar 30 hektar itu dihuni sekitar 5.000 penduduk.

Dengan jalan-jalan yang rata dan dinding pertahananyang tinggi, penduduk kota tersebut jelas terorganisasi dengan baik. "Mereka juga menunjukkan adanya semacam otoritas kota yang mampu mempertahankan struktur publik ..." tulis Greenberg.

Tim peneliti mengatakan bahwa, seperti para pemimpin Bet Yerah, siapa pun yang membangun yang struktur yang baru ditemukan di Laut Galilea, dibutuhkan pengorganisasian dan perencanaan keterampilan untuk membangunnya. Upaya seperti itu merupakan indikasi dari masyarakat  yang kompleks dan terorganisir dengan baik, dengan keterampilan perencanaan dan kemampuan ekonomi," tulis tim peneliti dalam makalah jurnal mereka.

Eksplorasi masa depan

Paz mengatakan bahwa dia berharap agar segera dilakukan ekspedisi arkeologi bawah air untuk menggali struktur. Mereka dapat mencari artefak dan mencoba untuk menentukan tanggal yang pasti. Dia juga mengatakan bahwa Israel Antiquities Authority memiliki cabang penelitian yang mampu melakukan ekskavasi bawah air.