Sebuah tim penjelajah kecil baru saja mengumumkan bahwa mereka mengklaim memang telah menemukan setidaknya dua buah piramida kuno yang disebut juga sebagai “piramida hitam” (Black Pyramids) di wilayah “Segitiga Alaska” di Alaska sebuah negara bagian Amerika Serikat yang berada di sebelah barat laut utara Kanada itu.

Pada saat ini, hanya bagian atas piramida yang terpapar, namun bentuk umumnya mulai terlihat jelas. Menurut para ahli geologi, piramida yang mereka temukan dibawah salju di Alaska, adalah piramida yang lebih besar daripada yang ada di Mesir.

Piramida Alaska yang masih terkubur dibawah salju di puncak Gunung McKinley yang bernama Denali, Alaska.

Pada rekaman video yang ada dibawah halaman berjudul “Is There An Ancient Pyramid Buried Under Alaska?”, oleh EMN Exclusive pada sebuah acara outdoor bernama Contact In The Desert, di daerah Joshua Tree, California, seorang reporter dan sekaligus investigator bernama Dr. Linda Moulton Howe membagikan penelitiannya.

Ia menerangkan tentang adanya piramida yang diduga terkubur di bawah Alaska, dan bagaimana hal itu juga berkaitan dengan dewa-dewa manusia di zaman purba.

Ada yang mengatakan bahwa piramida di Alaska adalah hoax atau tipuan sementara yang lain tetap percaya dan mempertahankan keyakinannya, bahwa hal itu adalah nyata.

Linda Moulton Howe pertama kali melaporkan penemuan yang aneh di Alaska tersebut yaitu, “Sebuah piramida yang jelas terkubur sekitar 50 mil dari Gunung McKinley,” menurut Whitley Strieber di Unknown Country.

Dia melaporkan bahwa ‘benda’ itu tampaknya sangat tua, berada di puncak Gunung McKinley yang bernama Denali pada ketinggian 1.150 kaki, dibangun dan dikubur oleh pihak-pihak yang tidak dikenal dan “lebih besar dari pada Piramida Keops”.

Dr. Linda Moulton Howe, peneliti Piramida Alaska

Linda Moulton Howe mengaku juga, bahwa seorang peneliti yang kini sudah meninggal pernah masuk ke dalamnya. Kini anaknyalah sebagai satu-satunya yang mau menceritakan tentang hal ini.

Angkatan bersenjata AS tahu mengenai keberadaan piramida ini, namun mereka tak mau menceritakannya.

Bahkan suatu ketika, sebuah helikopter angkatan bersenjata AS pernah hampir tersedot jatuh ketika sedang melintas diatasnya. Linda menyatakan hal ini dalam sebuah video (lihat video dibawah artikel ini).

Piramida ini dilaporkan berada di tempat yang disebut dengan “Segitiga Bermuda Alaska” atau The Alaska Triangle. Segitiga Alaska, adalah sebuah wilayah yang berada di barat laut Alaska, memiliki lebih banyak kasus orang hilang daripada di tempat lainnya di dunia.

Sudah lebih dari 20.000 orang lenyap diwilayah Segitiga Alaska hanya dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Siapa atau apa yang ada dibalik kasus ini tidak pernah diketahui. Beberapa percaya bahwa hal ini terjadi karena adanya binatang pemangsa lokal, bahkan hingga isyu adanya monster yang berbahaya.

Wilayah Segitiga Alaska atau “Alaska Triangle”

Legenda demi legenda mulai muncul dan berkembang di Alaska, dan seiring dengan sejarah hilangnya ribuan orang yang tidak menyenangkan di daerah tersebut, justru menjadi perbandingan dan ada hubungannya dengan Segitiga Bermuda di daerah antara AS dan Karibia.

Bekerja sama dengan pakar lokal dan saksi mata, pada masa lalu sebuah tim penyidik pergi kesana dan mencari informasi kasus per kasus untuk mengumpulkan bukti, melakukan tes, memeriksa sejarah dan mengeksplorasi mitos lokal untuk menentukan penjelasan yang paling layak untuk penghilangan tersebut, sambil berusaha memahami misteri yang mengerikan itu. Namun hingga kini belum ada hasil yang memuaskan.

“Segitiga Bermuda Alaska, garisnya mengiris melalui empat wilayah negara bagian di Alaska, dari padang gurun dan pegunungan sampai ke tundra interior, dan bahkan sampai ke pegunungan Arktik di kutub utara.

Titik atau poin Segitiga Alaska termasuk dalam petak tanah yang luas dari Juneau dan Yakutat di tenggara, pegunungan Barrow di utara, dan Anchorage di pusat negara bagian,” menurut Cristen Coger di HowStuffWorks.

Lokasi Piramida Kedua yang misterius di Alaska dan masih terkubur di dalam tanah.

“Bahkan orang Indian Tingit asli Alaska yang tinggal di dekat Juneau telah mengintegrasikan misteri aneh ini ke dalam budaya religius mereka. Mereka percaya roh jahat bernama Kushtaka, sebuah persilangan antara seorang pria dan berang-berang, menangkap orang-orang yang telah tenggelam atau tersesat, membawa mereka ke wilayahnya agar tidak pernah terlihat lagi, “tulis Cristen Coger.

Keberadaan piramida mungkin masih menjadi ‘rahasia’ jika bukan karena siaran berita televisi  Channel 13 dari kota Anchorage pada tahun 1992, yang memiliki segmen mengenai ‘penemuan’ oleh ilmuwan ahli geologi dan lainnya tentang adanya piramida bawah tanah yang ukurannya berkali-kali lebih besar dari Piramida Keops di Mesir.

Penemuan ini dilakukan karena ada rencana uji coba nuklir bawah tanah China yang telah dijadwalkan, lalu ilmuwan tersebut memutuskan untuk menyiapkan sejumlah peralatan dan akan menggunakan efek getaran dari informasi seismik ledakan nuklir itu untuk ‘memetakan’ area tertentu di Alaska. Akibatnya mereka justru menemukan piramida bawah tanah tersebut.

Peta lokasi yang diduga piramida di Alaska, Amerika Serikat.

Pada tahun 2012 silam, mereka sudah tahu tentang semua ini karena ada seorang pensiunan militer yang berada di Alaska, pada saat yang bersamaan dengan siaran tersebut.

Mereka telah melihatnya, bersama semua teman-temannya dan berkunjung juga ke markasnya. Dia menunggu selama 20 tahun lamanya, dan kemudian memberitahu Linda Moulton Howe dari situs Earthfiles.com.

Lokasi , garis lintang / bujur kedua piramida di Alaska itu adalah:

Mungkinkah Alaska memiliki piramida buatan manusia tertua di dunia yang disebut sebagai “Piramida Hitam”? Dan jika benar, apakah salju dan es yang baru-baru ini mencair, suatu saat akan mengungkapkan struktur kuno itu untuk masa yang akan datang? Semuanya misterius, namun masih terus diteliti hingga kini. (©IndoCropCircles.com)

Kasus Misterius Hilangnya Ambrose Small

Posted by BaronNight On 5:38 AM 0 comments

 

Pada 2 Desember 1919, hanya beberapa jam setelah menyelesaikan transaksi bisnis jutaan dolar di Toronto, pengusaha hiburan Ambrose Small menghilang secara misterius. Meskipun pencarian telah dilakukan, namun jejaknya tidak pernah ditemukan. Polisi mencurigai adanya keterlibatan istri dan juga sekretaris pribadi Small. Namun, baik polisi maupun penyelidik swasta tidak menemukan bukti adanya keterlibatan keduanya. Kasus ini merupakan salah satu misteri orang hilang paling misterius dan belum terpecahkan.


Membangun Bisnis Hiburan

Ambrose J. Small adalah pengusaha teater Kanada yang memiliki sejumlah teater berbasis di Ontario termasuk Grand Opera House di Toronto, Grand Opera House di Kingston, dan Grand Theatre di London.


Ambrose Small

Small lahir pada tahun 1866 di Bradford, Kanada Barat, dari pasangan Daniel dan Ellen Small. Pada tahun 1880, keluarga Small pindah ke Toronto, di mana Daniel menjadi manajer Grand Hotel. Di sebelah hotel tersebut terdapat gedung Grand Opera House, sebuah perusahaan bergengsi yang menyajikan pertunjukan terbaik kala itu. Sekitar tahun 1884, Small kecil sudah mulai bekerja di Grand Opera House sebagai pengantar pesanan dan bartender.

Pada tahun 1889, setelah bertengkar dengan manajer Grand Opera House bernama Oliver B. Sheppard, Small berhenti bekerja di sana. Ia lalu bekerja untuk Toronto Opera House, sebuah tempat pertunjukan melodrama populer dikendalikan dari New York dan Montreal. Sementara Small mempelajari seluk beluk bisnis dan akhirnya dipromosikan menjadi manajer, ibunya meninggal.  Ayahnya kemudian menikah dengan Josephine Kormann, putri baron bir kaya Ignatius Kormann.

Small muda berubah menjadi pengusaha ambisius dan cerdik. Dalam beberapa tahun ia berhasil mengumpulkan cukup modal untuk membeli hipotek di Grand Opera House. Setelah menguasai rumah opera bergengsi tersebut, ia kembali dan memecat manajer yang dahulu pernah bertengkar dengannya, Oliver Sheppard.

Small berjuang menjadi yang terdepan dalam bisnis teater Ontario yang sangat kompetitif. Dia memahami selera publik dalam hiburan dan siap beradaptasi dengan perubahan. Dia pergi ke kemitraan dengan maestro teater Detroit bernama Clark J. Whitney, yang mengendalikan teater utama di Ontario. Pada tahun 1902 ketika Whitney meninggal, Small membeli teater di Petersborough, Hamilton, St. Thomas, Kingston dan teater lainnya di seluruh Ontario.

Grand Opera House

Kerja keras Small selama bertahun-tahun membuahkan hasil. Ia berhasil membangun kerajaan teaternya dan mengendalikan sebanyak 34 teater yang setengahnya berada di luar Ontario. para bintang panggung atau artis-artis yang ingin tampil di teater-teater miliknya itu harus bertemu dan mendapatkan persetujuan dari Small.

Pernikahan

Pada tahun 1902, Small menikah dengan Theresa Kormann, yang tak lain adik perempuan tirinya. Aset keuangan gabungan mereka membuat pasangan ini menjadi sangat kaya. Meskipun mereka menikah, tetapi keduanya sebenarnya bukanlah pasangan harmonis. Banyak perbedaan di antara mereka.

Theresa Small

Ambrose Small, sang suami lebih banyak sibuk dengan bisnisnya dan juga gadis-gadis paduan suara dan teater yang akan "diaudisi" untuk bisa tampil di teaternya. Dia bahkan memiliki semacam ruangan rahasia yang dibangun di Grand Opera House untuk pertemuannya dengan gadis-gadis tersebut. Theresa bahkan kerap menemukan beberapa surat cinta untuk suaminya.

Theresa mengetahui perilaku suaminya ini sejak lama. Tetapi tampaknya ia tidak ingin ambil pusing. Sementara itu, Theresa lebih sering pergi liburan dan belanja keliling Eropa. Pasangan ini juga tidak memiliki anak. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah mewah di distrik Rosedale yang mewah di Toronto, tetapi mereka tidur di kamar yang terpisah.

Rumah Keluarga Small

Kesepakatan Sejuta Dolar

Pada tahun 1919, bisnis teater menurun karena semakin populernya industri film. Small memutuskan untuk keluar dari bisnis teater dan membuat kesepakatan untuk menjual sejumlah teaternya ke Trans-Canada Thetres Limited of Montreal seharga $1,7 juta. Satu juta dolar dibayarkan pada saat penandatanganan dokumen penjualan dan sisanya akan dibayar dengan mencicil.

Pada 2 Desember 1919, Ambrose Small, Theresa, dan juga pengacara mereka bernama EWM Flock bertemu dengan perwakilan teater Trans-Kanada bernama WJ Shaughnessy di kantor hukum Allen Aylesworth, yang terletak di 65 Yonge Street Toronto. Setelah dokumen ditandatangani, Shaughnessy memberi Small cek bersertifikat untuk satu juta dolar. Small llau menyerahkan cek itu kepada Theresa dan menyuruhnya membawanya ke bank mereka. Theresa melakukan penyetoran di Dominion Bank di sudut jalan Yonge dan King pada pukul 11:45 siang.


Ambrose Small Menghilang

Ambrose, Theresa, dan Flock bertemu kembali untuk makan siang di King Edward Hotel. Setelah itu Ambrose dan Theresa pergi ke panti asuhan St. Vincent de Paul, tempat Theresa memberikan sumbangan. Theresa kemudian mengatakan bahwa ketika mereka berpisah, Small mengatakan dia akan pulang pukul 6. Sore itu, Theresa memberi tahu saudara perempuannya bahwa dia dan Small berencana melakukan perjalanan keliling dunia.

Setelah memesan Cadillac, perhiasan, dan mantel bulu untuk Theresa, Small bertemu lagi dengan Flock di kantor teaternya untuk membereskan beberapa urusan bisnis. Dia mengundang Flock untuk bergabung dengannya dan Theresa untuk makan malam, tetapi Flock harus naik kereta ke London. Flock meninggalkan kantor Small pada pukul 5:30 sore. Dia adalah orang terakhir yang diketahui melihat Small. Setelah itu Ambrose Small menghilang.



Penyelidikan dan Upaya Pencarian

Dua minggu berlalu sebelum polisi Toronto menyadari bahwa Small hilang. Theresa mengklaim bahwa dia memang sengaja tidak melaporkannya karena takut terkena skandal. Menurut Theresa, dia berpikir bahwa suaminya tengah bersama seorang wanita desainer, di suatu tempat, dan akan kembali. Ia meyakini ini karena mengetahui tabiat suaminya yang memang dekat dengan sejumlah wanita.  Meskipun demikian, dia menawarkan hadiah $500 untuk informasi tentang keberadaan suaminya tersebut.

Sebelum menghilang, Small sama sekali tidak membawa tas berisi pakaian atau pun membawa uang dalam jumlah yang mencolok. Polisi menemukan bukti Small membayar untuk transportasi atau akomodasi dengan cek. Surat kabar melaporkan penampakannya di berbagai kota, termasuk Boston dan Minneapolis, tetapi laporan itu terbukti tidak mendasar, salah satu contohnya bahkan menyebutkan bahwa dia telah diculik oleh gangster New York.

Baca juga: Hilang Misterius di Kereta, Misteri Louis Le Prince

Seorang operator kios koran, Ralph Savein, mengklaim telah melihat Small dan berselisih dengannya mengenai keterlambatan pengiriman surat kabar pada hari terakhir ia mengh. Namun, pada saat itu, klaim ini diabaikan oleh polisi, yang menganggap bahwa itu hanya  upaya Savein untuk mendapatkan ketenaran dari kasus ini.

Pada minggu kepergiannya, Opera House milik Small memainkan Revelations of a Wife, sebuah drama yang menarik. Polisi menganalisis plot dan temanya barangkali mendapatkan petunjuk, tetapi mereka sama sekali tidak menemukan apa pun.

Jika ditilik, Small asama sekali tidak punya motif untuk menghilang, lagi pula ia tidak membawa uang bersamanya. Tidak ada bukti penculikan atau seseorang yang meminta uang tebusan. Theresa kemudian meningkatkan nominal hadiah menjadi $50.000 untuk informasi keberadaan suaminya.



Tak pelak kisah hilangnya Ambrose Small ini menjadi berita sensasional di seluruh Kanada bahkan hingga dunia internasional. Laporan dugaan penampakan Small bahkan datang dari jauh seperti Meksiko. Di New York, bahkan wartawan bertanya kepada Sir Arthur Conan Doyle yang saat itu tengah mengunjungi Amerika apakah ia akan membantu polisi Kanada menemukan Small. Sir Arthur Conan Doyle tampak tertarik, meskipun pada akhirnya ia memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini.

Rumor beredar bahwa Small bersembunyi, bahwa dia berkeliaran di suatu tempat dengan amnesia; tetapi spekulasi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk menjadi kenyataan adalah apakah dia telah dibunuh dan tubuhnya dibuang.

Orang pertama yang dicurigai adalah James Doughty yang tidak lain adalah sekretaris pribadi Small. Doughty telah bekerja untuk Small selama bertahun-tahun dan sering mengeluh gajinya yang kecil. Doughty menghilang bersama dengan sekitar $100.000 dalam bentuk obligasi dari kotak penyimpanan kecil di Dominion Bank.

John Doughty

Polisi mengetahui dari informan bahwa Doughty sebenarnya telah berbicara tentang plot untuk menculik atau membunuh Small. Doughty akhirnya ditangkap di Oregon. Dia memang mengaku mencuri obligasi, tetapi ia mengaku sama sekali tidak mengetahui keberadaan Ambrose Small, mantan bosnya itu. Doughty dijatuhi hukuman penjara dan karena polisi tidak punya bukti bahwa Small sudah mati, maka mereka tidak bisa menuntut Doughty dengan pasal pembunuhan. Polisi sempat menggali ruang bawah tanah di Grand Opera House, dan jurang di Rosedale, tetapi mereka sama sekali tidak menemukan jejak Small.


Theresa Small Terlibat?

Saudara perempuan Small, Gertrude dan Florence, punya pendapat yang berbeda. Menurut mereka kakak ipar mereka yang tak lain yaitu Theresa terlibat dalam hilangnya dan mungkin juga pembunuhan terhadap Ambrose Small. Tidak hanya itu kedua saudari itu juga menuduh polisi Toronto terlibat dalam plot hilangnya saudara mereka bersama dengan Theresa.

Theresa Small secara latar belakang ekonomi tidak memiliki motif untuk membunuh Small (jika itu karena uang). Sebelum menikah dengan Ambose Small, ia adalah seorang sosialita Toronto dari keluarga Kormann yang kaya raya. Theresa juga berpendidikan tinggi, berbicara dalam beberapa bahasa dan merupakan seorang pengusaha. Karena reputasi inilah tampaknya sejumlah pihak akhirnya memutuskan untuk tidak mempertanyakan apakah wanita tersebut terlibat.

Theresa Small
Meskipun demikian beberapa orang juga mencurigai wanita ini. Ada teori bahkan mempercayai bahwa wanita pintar itu telah menghabisi suaminya dan membakar jasadnya di Grand Opera House. Meskipun tentu saja, tidak ada bukti bekas jasad manusia terbakar di sana.


Pria Misterius dari Des Moines 

Dilaporkan beberapa surat kabar pada tahun 1921, ada seorang pria ditemukan di Iowa yang memiliki kemiripan dengan Ambrose Small. Detektif swasta John J. Brothy menyatakan pria itu, yang ia klaim sebagai Small, adalah "orang cacat setengah gila". Dia menyatakan bahwa dia telah diturunkan di Des Moines, Iowa, oleh seorang pengendara motor yang tidak dikenal yang mengklaim bahwa dia secara tidak sengaja menabrak Small dengan mobilnya. 

Brothy mengklaim bahwa pria itu memiliki luka tembak di lehernya, gegar otak serius dan kedua kakinya telah terputus dari lutut ke bawah. Dia lebih lanjut menyatakan bahwa pria itu tidak berbicara selama tiga minggu sebelum akhirnya menyatakan,"Saya John Doughty. Saya datang ke sini dari Omaha. Hanya itu yang saya ingat". Namun pada saat ini John "Jack" Doughty dipenjara di Kanada dan telah selama beberapa bulan yang berarti lelaki lumpuh itu bukanlah dia.

Brothy lebih lanjut mengklaim bahwa dia kemudian menunjukkan foto Ambrose Small kepada orang tersebut dan dia menyatakan,"Ya, itu aku." Brothy menyatakan karakteristik wajah pria itu identik dengan Ambrose Small, namun pria misterius itu berat tubuhnya hanya sekitar 100 pound.


Penyelidikan Ulang Polisi Provinsi Ontario (1936)

Pada tahun 1936 kasus ini diselidiki kembali oleh polisi provinsi Ontario atas perintah Jaksa Agung. Inspektur OPP Edward L. Hammond berkonsultasi dengan penyelidik asli dari kepolisian Toronto, memperoleh salinan laporan mereka yang diketik dan berbagai dokumen sumber asli lainnya, dan mewawancarai kembali beberapa saksi.

Baca juga: Pembunuhan Sandra Rivett dan Misteri Hilangnya Lord Lucan

Kesimpulan Hammond, bahwa Small dibunuh dalam plot yang istrinya adalah penggerak utama, sangat berbeda dengan posisi pubik pemerintah Ontario. Hammond juga sangat menyiratkan bahwa kepala penyelidik asli, Austin Mitchell dari kepolisian Toronto, mengabaikan atau menekan bukti yang akan mengarah pada Theresa Small sebagai tersangka.

John Doughty, Detektif Austin Mitchell, dan Inspektur Edward Hammond (kiri ke kanan)

Surat Pengakuan "Reuter"

Saudara perempuan Ambrose Small, Florence Small, menyampaikan surat pengakuan dari seseorang yang hanya dikenal sebagai "Reuter" yang mengaku sebagai pembunuhnya. Begini isi suratnya:

"Ambrose yang malang terbunuh pada 2 Desember 1919, dan aku tahu bahwa sebagian tubuhnya, dimakamkan di tempat pembuangan jenazah Rosedale dan bagian tubuh lainnya dibakar di tungku Opera Grand House. Kau akan terkejut, Florence dan Gertrude sayangku, untuk mengetahui bahwa aku bertanggung jawab atas kematian saudaramu. Ampunilah aku. -Reuter."


Pada tahun 1923, Mahkamah Agung Ontario menyatakan Small secara resmi telah mati, yang otomatis meninggalkan sebagian besar hartanya pada Theresa. Theresa Small sendiri meninggal pada 14 Oktober 1935 dan mewariskan sebagian besar kepemilikannya kepada Gereja Katolik Roma senilai lebih dari 500.000 pound. Pada Juni 1936, harta benda yang tersisa dilelang.  Pada tahun 1960, kepolisan Toronto secara resmi menutup kasus ini.

Meskipun kasus ini secara resmi telah ditutup pada tahun 1960, polisi masih menerima dan menyelidiki surat-surat yang dimaksudkan untuk mengungkap lokasi pemakaman Ambrose Small 45 tahun kemudian. Pada akhir tahun 1965, para detektif kepolisian Toronto memeriksa kemungkinan lokasi makam di Lembah Rosedale.

Spekulasi mengenai nasib Small terus berlanjut dan kasus ini masih terus menjadi subjek berbagai artikel, buku, drama, hingga lukisan. Dalam Twenty Mortal Murders (1978), penulis Kanada Orlo Miller membuat kasus untuk tubuh Small yang dibakar di tungki Grand Theatre di London, Ontario. Sebuah studi baru-baru ini oleh sejarawan kejahatan Kanada Peter Vronsky menawarkan teori bahwa Theresa terlibat dalam pembunuhan Small dan petugas kepolisan yang bertanggung jawab atas investigasi mengadakan penutupan. Sampai saat ini kasus misterius lenyapnya Ambrose Small terus menjadi misteri dan salah satu kasus tak terpecahkan di Kanada.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Disappearance_of_Ambrose_Small
https://www.thecanadianencyclopedia.ca/en/article/ambrose-small-case
https://the-line-up.com/ambrose-small-disappearance-ghost-sighting

Penemuan Pohon Emas Eucalyptus

Posted by BaronNight On 1:05 AM 0 comments

 

Percayakah kalian jika di dunia ini ada pohon emas? Selama ini mungkin kita hanya mendengar istilah kiasan pohon emas atau bahkan berkebun emas. Namun percayalah baru-baru ini pohon emas (dalam arti yang sesungguhnya) benar-benar telah ditemukan!

Pohon itu adalah Eukaliptus (Eucalyptus). Eucalyptus adalah salah satu jenis pohon berbatang keras yang berasal dari Australia. Menurut Wikipedia, ada lebih dari 700 jenis spesies Eucalyptus, yang terbanyak berada di Australia, namun beberapa spesies dapat ditemukan di Papua Nugini, Indonesia, hingga Filipina. 

Beberapa jenis Eucalyptus memiliki keunikan yaitu batangnya berwarna-warni sehingga disebut Rainbow-Eucalyptus. Beberapa jenis spesies Eucalyptus juga memiliki kebiasaan yang aneh. Mereka biasanya menjatuhkan dahan besarnya saat akan tumbuh. Itulah sebabnya banyak sekali ditemukan dahan Eucalyptus mati di hutan. Peristiwa ini biasanya banyak meny

Pada musim kering yang biasanyan melanda Australia, pohon ini dengan mengejutkan dapat memperpanjang akarnya ke dalam tanah hingga 35 meter untuk mendapatkan sumber air. Proses akar yang tumbuh memanjang menembus tanah hingga kedalaman berpuluh meter inilah yang diduga menjadi penyebab pohon Eucalyptus mengandung emas.

Pohon Eucalyptus Rainbow

Para peneliti melakukan penelitian pada pohon Eucalyptus dengan mengambil sampel dari pohon yang tumbuh di Australia Barat dan Selatan. Seperti diketahui, dua lokasi ini merupakan salah satu tempat yang mengandung deposit emas terbesar yang ada di wilayah Ausralia, bahkan dunia. 

Hasil penelitian dan analisis dengan menggunakan sinar X pada daun, ranting, serta kulit pohon Eucalyptus, menunjukkan bahwa pohon ini mengandung partikel emas dengan ukuran 8 mikron (sekitar 10 kali lebih tipis daripada ukuran rambut manusia). Partikel-partikel emas ini diserap oleh akar dan didistribusikan ke dalam daun dan jaringan lainnya pada pohon. Namun dari semua bagian Eucalyptus, daun adalah bagian dengan kadar emas paling tinggi.


Proses penyerapan partikel emas pohon Eucalyptus

Seorang ahli geokimia dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation AustraliaMelvyn Lintern, bersama dengan timnya melakukan penelitian di Freddo Gold Prospect. Freddo merupakan salah satu deposit emas di Australia Barat yang terletak 40 km di sebelah utara Kalgoorlie.

Proses transportasi emas dari bawah tanah di wilayah ini sangatlah ideal karena tidak terganggu oleh aktivitas penambangan yang ada di dekatnya. Mineral yang ditambang tidak muncul ke permukaan tanah, bahkan kandungan emas tersembunyi dengan baik di dalam lembah tandus Yilgarn Craton pada kedalaman 30 meter di bawah permukaan tanah.

Meskipun demikian, para peneliti tidak menyarankan untuk melakukan penambangan emas pada pohon-pohon Eucalyptus. Alasannya adalah karena penerapan, kualitas data, dan interpreasi hasil yang belum begitu maksimal. Bahkan dikatakan pula bahwa kandungan emas di pohon Eucalyptus meskipun memang ada, namun sangat kecil. Diperlukan sekitar 500 pohon Eucalyptus hanya untuk membuat sebuah cincin saja.

Referensi : 50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran (Adrie Mesapati, Arnie Sanib, Mutia Sari)

Misteri Fenomena Phoenix Lights 1997

Posted by BaronNight On 3:09 AM 0 comments

 

Ada banyak sekali kasus penampakan UFO yang pernah terjadi di dunia. Namun dari sekian banyak kasus penampakan itu hanya sedikit sekali yang disaksikan oleh banyak orang. Nah, fenomena penampakan UFO yang dikenal sebagai Phoenix Lights yang terjadi di Arizona pada tahun 1997 ini adalah salah satunya.

Dalam blog ini sudah pernah dibahas beberapa kali tentang penampakan alien atau UFO. Tetapi biasanya dalam kasus-kasus itu hanya satu atau beberapa orang saja yang mengklaim telah melihat secara langsung. Apalagi dalam sejumlah kasus bahkan tidak ada bukti yang menguatkan sama sekali. Sehingga menimbulkan keraguan dan skeptis di masyarakat.

Tapi tahukah kalian bahwa pada tahun 1997, penduduk Arizona, Amerika Serikat geger dengan adanya penampakan cahaya aneh di atas langit malam. Penampakan itu disaksikan tidak hanya oleh masyarakat biasa, tetapi juga jurnalis, polisi, personil militer, bahkan hingga gubernur Arizona saat itu Fife Symington (1991-1997). 

Fife Symington

Pemandangan spektakuler ini telah banyak didokumentasikan dan menjadi bahan perdebatan selama bertahun-tahun. 


Phoenix Lights 1997

The Phoenix Lights atau yang diidentifikasi sebagai Lights over Phoenix adalah penampakan UFO yang terjadi di Phoenix, Arizona dan Sonora, Meksiko.

Semuanya dimulai pada hari Kamis, 13 Maret 1997. Sebuah penampakan UFO yang dideskripsikan dan dilaporkan oleh ribuan orang terjadi atara pukul 19:30 dan 22:30 waktu setempat. Penampakan ini terlihat dalam radius sekitar 300 mil dari negara bagian Nevada, melalui Phoenix hingga ke tepi daerah Tucson. 


Seorang saksi menyatakan bahwa dia melihat benda besar berbentuk V dengan ukuran yang sama dengan pesawat terbang dilengkapi enam lampu melintasi langit. Objek ini juga ternyata disaksikan oleh seorang polisi dari Paulden, Arizona sekitar pukul 20:15, yang juga melaporkan hal serupa.

Tak lama kemudian ada penampakan yang sama dilihat oleh banyak saksi. Mereka menggambarkannya sebagai benda padat yang menghalangi bintang-bintang ketika melintas. Mereka juga melaporkan benda terbang itu ukurannya luar biasa besar. Seorang saksi mata bahkan mengatakan kalau penampakan itu berbentuk seperti bumerang.

Lampu-lampu misterius itu juga terlihat di Phoenix sekitar pukul 20:30 malam. Setelah itu lampu-lampu itu sempat melayang di sekitar daerah tersebut selama sekitar dua jam. Pemandangan ini terlihat oleh ribuan orang. 

Selama waktu itu tampaknya ada dua peristiwa terpisah yang terjadi di wilayah tersebut pada saat yang bersamaan. Peristiwa terlihatnya formasi lampu segitiga yang melewati daerah itu dikenal sebagi "The V Event". Sementara itu peristiwa yang kedua adalah serangkaian lampu stasioner yang terlihat melayang di atas kota Phoenix atau dikenal sebagai "The Hovering Event".



Banyak saksi yang mengaku telah mengamati dengan seksama adanya sebuah objek besar berbentuk V dengan formasi lampu segitiga. Bahkan beberapa memperkirakan ukurannya sebesar lapangan sepak bola. Objek tersebut melayang tanpa suara dan berjarak sekitar 1500 meter dari permukaan tanah, dan terus melayang lurus menuju ke tengah sebuah bukit lalu menghilang.

Baca juga: Kejadian Misterius di Allagash 1976

Karena melayang melewati sebuah bukit itulah, maka para saksi mata dapat diperkirakan ukurannya dengan berpatokan pada bukit tersebut. Diperkirakan kalau ukurannya lebarnya sekitar 1542 kaki atau 470 meter.

Dalam sebuah kongres UFO di Scottsdale, para saksi mata yang juga datang ke tempat tersebut menceritakan kesaksian mereka. Namun tampaknya mereka menyadari ada hal yang aneh. Hampir semua saksi mengatakan bahwa mereka memang terkejut dengan munculnnya cahaya-cahaya yang aneh di atas langit, namun entah mengapa setelahnya tidak terjadi apa-apa.



Maksudnya mereka tidak terus menerus menceritakan hal itu (karena tentu saja hal itu adalah suatu peristiwa fenomenal). Bahkan beberapa dari mereka mengatakan setelah cahaya tersebut pergi, mereka kembali ke rumah dan melanjutkan kembali aktivitas seperti biasa seperti tidak pernah terjadi apa pun.

Namun seperti biasanya pemerintah dan Angkatan Udara Amerika Serikat selalau membantah dan menyatakan bahwa cahaya aneh tersebut hanyalah iring-iringan pesawat A-10 Warthog yang sedang melakukan latihan terbang di Arizona. Padahal objek itu sama sekali tidak mengeluarkan suara. 

Selain itu mereka juga mengidentifikasi bahwa kelompok lampu kedua sebagai flare. Flare adalah bunga api yang dilontarkan pesawat tempur. Bunga api ini biasanya digunakan sebagai umpan jika pesawat sedang ditembak oleh misil. Flare-flare itulah yang dilontarkan oleh pesawat A-10 Thunderbolt II Warthog yang sedang latihan di Barry Goldwater Range, barat daya Arizona.

Flare atau bunga api yang dilontarkan pesawat Thunderbolt

Benarkah bunga api inilah yang sebenarnya yang dilihat oleh para saksi? Dan sama sekali bukan sebuah objek terbang dengan lampu misterius?

Gubernur Fife Symington yang merupakan gubernur Arizona (1991-1997) pada saat itu adalah salah satu saksi mata yang melihat kejadian fenomenal ini. Sebenarnya dirinya sempat diejek karena keterangannya yang mengatakan kalau benda asing itu berasal dari alien. Pernyataannya tersebut akhirnya menuai kritik.



Beberapa tahun kemudian, Symington menyebut lampu-lampu yang ia lihat di Phoenix Arizona tak lain adalah bukti kalau "dunia lain" itu memang ada. Pernyataan itu dikatakannya setelah dia akhirnya melihat beberapa fenomena penampakan yang sama UFO pada tahun-tahun setelah itu.


Phoenix Lights Kembali Lagi di Tahun 2015

Pada tanggal 2 Februari 2015 atau setelah 18 tahun berlalu saat fenomena misterius ini terjadi pertama kalinya, sebuah fenomena penampakan cahaya misterius kembali terjadi di Phoenix, Arizona.

Penampakan ini disaksikan oleh tiga orang pemuda yang sedang berada di Sunnyslope, Phoenix, Arizona. Pada saat itu mereka sedang berjalan menuju ke rumah seorang teman di daerah Goodyear, Phoenix. Saat itu malam hari dan langit cerah berbintang. Tiba-tiba mereka melihat lampu-lampu aneh berkedip-kedip di atas langit.


Melihat ada sesuatu yang tidak wajar dari pancaran lampu yang dikeluarkan oleh objek melayang itu, mereka kemudian segera merekam penampakan objek terbang aneh tersebut.

Dalam keterangannya pada rekaman video itu, penampakan UFO tersebut diambil di daerah Sunnyslope Area, Phoenix, pada tanggal 2 Februari 2015. Video rekaman itu kemudian diunggah ke Youtube pada 5 Februari 2015 menggunakan akun bernama Jc Lerma.

Ternyata tidak hanya akun Jc Lerma yang mengunggah video penempakan cahaya aneh itu. Hanya berselang satu hari atau tepatnya pada tanggal 3 Februari, akun bernama Green Grey juga memposting sebuah rekaman video penampakan cahaya misterius tersebut namun lokasinya di dekat Goodyear, Phoenix.

Dalam keterangannya, Green Grey menjelaskan bahwa video itu diambil sekitar pukul 22:15 malam, saat ia tengah berkendara. Ia juga mengatakan bahwa ia melihat benda itu bergerak ke arah selatan melintas sepanjang Estrella Mountains. 

"Apa yang tidak terlihat dalam video tersebut adalah bentuk dari UFO yang memiliki ukuran yang besar. Setelah mulai menghilang, kami mencoba mengejarnya ke arah di mana dia melintas, tapi akhirnya UFO itu telah menghilang di balik gunung.

Referensi:

https://indocropcircles.wordpress.com/2015/06/20/ufo-phoenix-lights-1997/
https://www.azfamily.com/the-phoenix-lights-the-mystery-remains/article_0ece00d4-a6e1-5291-98b6-d3a5bf5ff2a3.html