Isi alam semesta hanya 5% yang dapat dilihat, sementara 95% merupakan energi gelap atau materi gelap. Jadi kita tidak melihat materi tersebut, tetapi ilmuwan berpikir ada bagian lain seperti energi gelap yang menjadi kekuatan misterius. Menyebabkan alam semesta ini terus bergerak. Atau bisa saja energi gelap adalah kesalahan teori gravitasi.

Materi gelap adalah bahan yang tidak terlihat, yang sebagian besar isinya berada di galaksi. Para ilmuwan berpikir, benda itu adalah gaya gravitasi yang saling menekan atau menarik dengan gravitasi lain.

Tim peneliti Oxford mempertanyakan dark energy, seandainya data yang digunakan ilmuwan sebelumnya ternyata cacat. Mereka melihat galaksi terdorong oleh kekuatan lain dalam bentuk energi konstan yang tidak terlihat. Mereka mengatakan, gelombang mikro kosmik tidak langsung dipengaruhi oleh dark energy atau energi gelap.

Setiap hari, bumi ditabrak oleh partikel kosmik. Tapi bumi tetap aman, hanya saja energi tersebut sebagian besar berasal dari luar tata surya kita.

Sinar kosmik adalah aliran partikel berkecepatan tinggi, terbang melalui ruang hampa, dan jatuh ke Bumi. Dari mana asalnya? Paling dekat adalah partikel dari matahari, disebut sebagai angin surya atau angin matahari. Partikel lain dipastikan bukan berasal dari matahari.

Partikel tersebut dapat menembus apa saja, dan pertanyaan yang tidak terjawab adalah asal energi kosmik tersebut yang tidak pernah diketahui sumbernya.


Semut Malaysia (Malaysian ant) juga dikenal dengan nama semut meledak, karena kemampuannya yang unik dalam mempertahankan diri. Serangga kecil dari jenis camponotus saundersi itu termasuk prajurit dalam koloni semut, dan mereka benar-benar prajurit yang berbahaya.

Semut Malaysia memiliki tubuh yang sama kecil dengan semut biasa, namun tubuhnya memiliki kantong beracun, dari bagian kepala hingga bawah punggungnya.

Ketika predator muncul, otot semut Malaysia akan berkontraksi untuk mempersiapkan racun, lalu menyemprotkannya dengan ganas. Musuh yang terkena semprotan racun itu bisa mati.

Atau, jika memiliki kemampuan cukup besar untuk bertahan hidup, pemangsa akan berpikir dua kali jika ingin mendekati semut lain di daerah tersebut.


Bumi bukan satu-satunya tempat di Tata Surya yang memiliki oksigen. Rhea, satelit dari Planet Saturnus, ternyata kaya akan oksigen.

Saturnus merupakan planet terbesar kedua di Galaksi Bima Saksi, setelah Jupiter. Planet gas ini memiliki 62 bulan, dengan Titan sebagai satelit terbesar.

Pesawat milik Badan Antariksa Amerika Serikat NASA, Cassini, melintas dekat orbit Rhea. Pesawat tanpa awak itu mendapati bulan dingin tersebut memiliki atmosfer yang mengandung oksigen.

Ini merupakan tempat ketiga di luar Bumi yang memiliki oksigen. Dua bulan milik Jupiter, Europa dan Ganymede, juga kaya akan oksigen. Baik dua satelit itu maupun Rhea sama-sama diselimuti es.

Hal ini membuat peneliti berkesimpulan sementara bahwa satelit es mengandung oksigen. “Fakta semakin banyaknya temuan tempat beroksigen sangat menggembirakan,” ujar Ben Teolis, Kepala Peneliti Southwest Research Institute kepada Space.com.

Dari temuan sebelumnya di Jupiter, oksigen muncul dari es. “Dari es, pecah jadi hidrogen dan oksigen,” katanya. Teolis menduga proses yang sama terjadi di Saturnus.

Seluruh permukaan Rhea tertutup es dengan garis tengah 1.529 kilometer. Dari pengamatannya di ketinggian 502 kilometer dari permukaan, Cassini mendapati 70 persen atmosfer Rhea terdiri atas oksigen dan sisanya karbondioksida. Namun kadar oksigennya terlalu rendah, lima triliun kali lebih rendah ketimbang di Bumi.


Ketika raja-raja Mesir atau orang-orang penting di zaman Mesir kuno meninggal dan dimakamkan sebagai mumi, makam mereka dihiasi dengan aneka barang mahal, termasuk emas, permata, perak, dan lain-lain. Sayangnya, barang-barang berharga itu belakangan hilang dari makam mereka, karena dijarah para perampok makam.

Karena itu pula, ketika para arkeolog menemukan makam-makam mumi dari Mesir kuno, umumnya kondisi makam atau sang mumi sudah menyedihkan, tanpa barang-barangh berharga yang melekat.

Namun, baru-baru ini, mumi dengan topeng perak berhias emas dan sejumlah sarkofagus ditemukan di areal kuburan kuno di Saqqara, Mesir. Penemuan ini dilakukan oleh tim yang beranggotakan arkeolog asal Mesir serta Jerman.

Kompleks kuburan kuno itu berisi sejumlah terowongan sedalam lebih dari 30 meter. Dari beberapa penemuan itu, di antaranya diketahui berusia sekitar 2.500 tahun, termasuk mumi dengan topeng perak berhias emas. Tim arkeolog itu memprediksikan mumi berasal dari era tahun 664 dan 404 Sebelum Masehi.

Mata mumi bertopeng perak itu mengandung kalsit, batu obsidian, dan batu akik warna hitam.

"Penemuan topeng mumi ini bisa dibilang sensasi. Sangat sedikit topeng dengan material metal mewah yang ada saat ini, karena kebanyakan kuburan Mesir kuno telah dijarah sejak lama," ujar Ramadan Badry Hussein, kepala tim Mesir-Jerman tersebut, dari Universitas Tübingen, dilansir Live Science.

Topeng itu ditemukan di wajah mumi, yang tersembunyi di dalam peti kayu yang sudah rusak. Dari tulisan yang terdapat pada peti, para arkeolog dapat menyimpulkan mumi itu seorang pendeta yang dulu melayani dewi bernama Mut.

'Workshop' pembuatan mumi

Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa yang mereka anggap sebagai sebuah 'workshop mumi', yaitu tempat mumi-mumi dikumpulkan sebelum dikubur di areal pemakaman tersebut.

Workshop itu berisi mangkuk dan gelas untuk menyimpan minyak yang dipakai untuk proses pembuatan mumi. Selain itu, ada dua kolam besar yang sepertinya digunakan untuk mengeringkan mumi dengan natron, dan mempersiapkannya dengan perban yang menggulungnya.

Workshop itu masih berada dalam bangunan yang terbuat dari batu bata dan kapur. Bangunan itu berada di atas terowongan besar yang menghubungkan beberapa kuburan berisi mumi dan sarkofagusnya.

Saat ini, para arkeolog sedang menyempurnakan pemetaan pemakaman kuno tersebut, juga menjalankan proses penggalian. Riset ini disponsori oleh Yayasan Riset Jerman. Kebanyakan anggota tim arkeolog tersebut berasal dari Universitas Tubingen.


 


 Black Panther, salah satu sosok superhero di dunia Marvel, terkenal dengan kostumnya yang berwarna hitam. Kostum khas itu tidak hanya menyembunyikan sosok di dalamnya (T'Challa), tapi juga memungkinkan pemakainya memiliki kekuatan super.

Kostum Black Panther terbuat dari bahan yang disebut vibranium. Rahasia dari kekuatan yang dimiliki pemakainya adalah material dasar kostum tersebut. Vibranium merupakan komponen sama yang menjadi bahan utama perisai ikon karakter Marvel lainnya, yakni Captain America.

Vibranium, tentu saja, tidak ada di dunia nyata, karena ia hanya bahan fiksi yang diciptakan oleh si pembuat komik. Dalam kiah di komik, vibranium hanya ada di sebuah negara berteknologi tinggi yang sama-sama fiktif, yaitu Wakanda.

Vibranium menjadi elemen penting dalam dunia fiksi ilmiah Marvel. Bahan ini diceritakan digali dari sebuah lokasi di Bumi, layaknya sumber minyak di daerah Timur Tengah. Lokasinya di Wakanda, tempat jatuhnya sebuah meteor besar pada 10.000 tahun yang lalu.

Dalam film, vibranium merupakan bahan metal yang mampu menyerap gelombang dan getaran lain. Ia mengubah energi kinetik dan getaran atom dari proyektil menjadi bentuk energi yang tidak mematikan.

Energi kinetik peluru biasanya akan menyebabkan getaran atom ekstrem sehingga ikatan kimia yang disatukan pada setelan luar akan rusak, dan peluru akan menembus tubuh.

Hal ini menjadikannya material yang tepat untuk alat-alat perlengkapan perang, seperti senjata dan perisai. Singkatnya, berkat material tersebut, setelan Black Panther tahan terhadap serangan peluru.

Terdengar seperti cerita untuk anak-anak? Bagi Anda yang setuju, tunggu dulu. Karena seorang profesor astronomi memiliki penjelasan secara ilmiah mengenai konsep vibranium.

Dalam sebuah unggahan blog, James Kakalios dari University of Minnesota, Amerika Serikat, menjelaskan seperti apa bahan vibranium itu di dunia nyata. Kakalios, yang menjadi penulis buku The Physics of Superheroes, menyatakan ada bahan nyata yang mendekati kekuatan vibranium. Namanya grafena.

Grafena merupakan bahan yang terdiri dari satu lembar atom karbon, tersusun dalam pola hexagonal. Ia merupakan salah satu bahan tertipis yang pernah diciptakan manusia. Meski tipis, grafena memiliki sifat yang fleksibel dan lebih kuat dari besi.

Dalam buku tentang substansi, ilmuwan Les Johnson dan Joseph E. Meany menjelaskan bahwa bahan dasar grafena adalah grafit yang kemudian dipisahkan secara kimia. Sebagian besar berubah menjadi bubuk, dan para ilmuwan masih mencari tahu bagaimana mengubahnya menjadi lembaran seperti plastik.

"Grafena saat ini terkandung dalam sejumlah produk konsumen. Bahan ini sudah keluar di pasaran. Namun grafena tersebut memiliki komposisi sangat kecil, dan dicampur menjadi bahan-bahan lain seperti karet dan plastik dan semen dan cat dan tinta," ujar Meany dikutip dari The Verge.

Grafena dicampurkan dengan maksud untuk meningkatkan dan mengubah sifat bahan lainnya. "Masalah produksi grafena terletak pada pembuatan lembaran yang sangat besar, katakanlah bahwa dalam bentuk yang dapat Anda lihat dengan mata kepala sendiri."

Kembali ke Kakalios, ia mencatat bahwa di film Black Panther, ledakan yang diserap oleh setelan vibranium harus dipentalkan ke suatu tempat. Energi tidak bisa hilang. Oleh sebab itu Kakalios menyatakan sebuah fenomena yang disebut sonoluminescence, di mana gelombang diubah menjadi cahaya.

Energi gelombang suara biasanya berkali-kali lebih kecil dari energi dalam seberkas cahaya, jadi ini adalah salah satu cara agar sejumlah besar energi kinetik akibat proyektil yang terkena dampak dapat diubah menjadi bentuk yang tidak mematikan.

Secara teoritis, hal ini mungkin terlihat seperti seberkas cahaya yang terpancar dari setelan baju setelah benturan. Tapi di film tersebut, adik Black Panther bernama Shuri, seorang jenius ilmiah yang memiliki keahlian menyaingi Tony Stark (Iron Man), telah merancang setelan sedemikian rupa untuk menyimpan energi kinetik yang ditembakkan sehingga bisa digunakan dalam serangan balik.

Kostum tersebut kemungkinan memiliki sejumlah kabel serat optik yang terjahit di dalamnya, dan memiliki penyimpan daya optik yang dapat dilontarkan kemudian.


 


Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Latin American Antiquity, masyarakat Inca kuno sepertinya menegaskan kekuasaannya pada orang-orang yang membangkang dengan memenggal kepala mereka. 

Para arkeolog menggali Iglesia Colorada, salah satu lokasi di Cile yang dulunya terkenal sebagai tempat tinggal peradaban Inca. Di sana, mereka menemukan tengkorak tiga wanita muda berusia sekitar 16-30 tahun yang kemungkinan dilemparkan begitu saja bersama dengan tubuh hewan. 

Semua tengkorak yang ditemukan memiliki profil patologis yang sama, baik dari stres, infeksi, atau faktor genetika. 

Kesamaan lainnya: masing-masing memiliki dua lubang melingkar ke lobus frontal dan yang ketiga di parietal. Menurut para peneliti, kemungkinan besar mereka mengalami "kekerasan mengejutkan dan ekstrem". 

Semua tengkorak yang ditemukan memiliki profil patologis yang sama, baik dari stres, infeksi, atau faktor genetika. 

Kesamaan lainnya: masing-masing memiliki dua lubang melingkar ke lobus frontal dan yang ketiga di parietal. Menurut para peneliti, kemungkinan besar mereka mengalami "kekerasan mengejutkan dan ekstrem"

Metode kekuasaan dengan penyiksaan semacam itu telah lama diamati pada masyarakat kuno di wilayah tersebut. Pada budaya Paracas dan Nasca, kerap ditemukan potongan kerangka yang termutilasi. Mereka juga menghias tembikar dengan kepala korban yang sudah dipenggal. 

Sementara itu, di Ica dan Acari Valley, para arkeolog menemukan ratusan trofi dari kepala yang mengalami "perubahan kondisi", seperti bagian tengkorak yang membesar, tulang belakang terangkat, jaringan lunak wajah yang terawetkan, serta mulut dan mata yang dijahit. 

Di Cile, kepala-kepala manusia ditemukan dalam sebuah jaring. Kepala yang terpenggal ini berfungsi sebagai simbol kemenangan dan pengaruh yang kuat terhadap musuh. Selama beberapa masa, praktik ini tidak bisa dibuktikan, sampai peneliti menemukan tengkorak di Iglesia Colorada. 

Penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa kepala-kepala tersebut dipenggal di desa, pada era transisi dari Diaguita ke kekuasaan Inca. Menyiratkan bahwa memenggal kepala mungkin menjadi upaya ideologis baru untuk mengendalikan kerusuhan sosial. 

Perubahan ekonomi dan politik pada saat itu memang berpotensi menciptakan stres sosial sehingga pemimpin Inca merasa perlu menegaskan dominas dan kontrol pada pengikut barunya. 


Vladik, seekor harimau siberia jantan yang terkenal, telah kembali dari pengasingannya. 

Harimau berusia empat tahun yang terancam punah tersebut baru-baru ini terlihat di wilayah sama tempat ia pertama kali diselamatkan tahun lalu. 

Vladik pertama kali menjadi berita utama pada Oktober 2016, saat ia
berkelana ke kota Vladivostok, Rusia. Populasi harimau siberia di area ini rendah karena hilangnya habitat dan perburuan yang menyebabkan penurunan populasi secara drastis pada tahun 1930-an. 

Bagi penduduk di sana, adanya seekor harimau di jalanan merupakan peristiwa yang sangat langka. jadi ketika Vladik berkeliaran di dalam kota, para penduduk kota pun panik. 

Siberian Times melaporkan bahwa polisi berpatroli dengan senjata mesin dan drone. Vladik akhirnya berhasil ditangkap setelah polisi menerima petunjuk tentang keberadaannya, kemudian melacaknya, serta melepaskan tembakan obat bius ke leher Vladik. 

Mereka lantas mengirimkan harimau pingsan tersebut ke Amur Tiger Center, kelompok yang bekerja di bidang penyelamatan dan rehabilitasi harimau siberia. 

Selama tujuh bulan, Vladik tinggal di pusat tersebut. Ada beberapa dokter hewan yang memonitor kesehetan dan menguji kemampuan berburunya. Untuk pelepasan kembali Vladik, Amur, WWF-Rusia, dan Kementerian Sumber Daya Alam Rusia mensponsori satu helikopter untuk menerbangkan kucing besar itu ke Taman Nasional Bikin. 

Itu merupakan kisah sukses konservasi dengan akhir bahagia. Tapi Vladik punya rencana lain. 

Selama beberapa bulan, harimau tersebut telah menjelajah wilayah itu, memangsa beruang hitam himalaya, menyeberang jalan raya, melintasi jalur kereta api, dan melewati beberapa kota kecil. 

Dia berjalan hampir sejauh 400 mil ke selatan, dan terlihat kembali tepat di luar tempat tinggal lamanya, Vladivostok. Kali ini, Vladik tampaknya lebih berhati-hati dan tidak menonjolkan dirinya. 

Amur Tiger Center mengaku, mereka telah mengetahui bahwa Vladik telah keluar dari kawasan taman nasional. Namun mereka baru mengumumkan kepada publik, karena khawatir akan keselamatan kucing besar tersebut. 

Para petugas Amur mengetahui lokasi si harimau karena mereka sempat menyematkan kalung yang dilengkap dengan pelacak GPS sebelum hewan tersebut dilepas ke alam liar. Pemasangan kalung tersebut bertujuan untuk mempelajari pergerakan spesies. 

Sejauh ini, Vladik belum pernah berjalan di depan kamera jebak yang dipasang oleh Amur di jalur yang telah diprediksi. Alhasil, mereka hanya dapat melacak pergerakan Vladik dari kejauhan. 

"Kami bergurau, bahwa ini mungkin \'putaran kemenangannya\'," ujar Andrey Shorshin dari Amur Tiger Center. 

Harimau jantan dewasa seperti Vladik diketahui gemar menjelajah hingga jarak jauh demi mencari teritori yang mungkin menyediakan akses terhadap persediaan makanan berlimpah dan pasangan. 

Sepuluh persen populasi harimau Amur di dunia tinggal di Taman Nasional Bikin, dan para petugas berspekulasi bahwa Vladik mungkin kabur dari tempat itu karena populasi yang terlalu padat. Memulihkan kembali populasi harimau seiring pembangunan yang terus meningkat menjadi masalah sulit bagi Amur Tiger Center dan lembaga konservasi lain. Sekitar 500 harimau siberia dapat ditemukan di wilayah tersebut, dan populasi itu diharapkan terus bertumbuh. 

Dengan melanjutkan pelacakan pergerakan Vladik, Shorshin mengatakan bahwa mereka dapat mempelari lebih lanjut tentang bagaimana harimau siberia beradaptasi dengan pambangunan manusia.